Tampilkan postingan dengan label alat kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Mei 2010

Klinik Kesehatan Khusus Remaja Perlu Didirikan



Klinik Kesehatan khusus remaja perlu didirikan di daerah perkotaan dan pedesaan agar derajat kesehatan jiwa dan raga terpenuhi, kata pengamat kesehatan dari Bandung, Jabar.

"Klinik Kesehtan juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini dan mengatasi masalah perilaku beriko tinggi remaja yang merugikan diri sendiri dan orang lain," kata ahli kesehatan anak dan remaja Dr Koesnadi Roesmil, Sp.A di Jakarta, Rabu.

Pada Seminar Prilaku Berisiko Tinggi pada Remaja, Koesnadi mengatakan, hingga saat ini masih sedikit klinik khusus kesehatan remaja, sehingga para remaja yang memiliki masalah psikososial diperiksakan kepada dokter ahli jiwa psiakater terdekat.

Menurut Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu, bekal utama dari Klinik Kesehatan itu adalah tersedianya petugas kesehatan yang menaruh perhatian penuh untuk membantu remaja yang mempunyai masalah kesehatan jiwa dan raga.

"Kesulitan yang timbul dalam berhadapan dengan remaja adalah faktor psikososial yang ada pada remaja," ujar Koesnadi.

Petugas kesehatan dalam melakukan pendekatan kepada remaja harus bersikap empati, menghindari sikap curiga, sehingga mampu memeberikan jaminan kerahasiaan seperi remaja yang memiliki kasus kekerasan seksual dan upaya bunuh diri.

Staf pengajar FK-Unpad Bandung itu menegaskan, inti pelayanan kesehatan kepada remaja meliputi bimbingan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya penyakit psikososial baru, pemeriksaan rutin untuk memantau kesehatan mereka dan menilai proses biologis pubertas remaja dengan berbagai keluhan yang mungkin timbul.

"Di Klinik Kesehatan dapat dilakukan skrining masalah remaja tentang kehidupan di rumah, tingkat pendidikan, masalah seksualitas), penyalahgunaan narkoba, pelayanan kesehatan raga dan penyuluhan," katanya.

Sementara itu, dokter ahli jiwa dari Jakarta, Dr Jan Prasetyo, SpKJ mengatakan, beberapa pemikiran untuk mengatasi masalah psikososial remaja, antara lain pola asuh yang berorientasi kebutuhan anak dan remaja di setiap keluarga, sistem pengajaran di sekolah yang tidak hanya mementingkan aspek kepandaian, tapi kepribadian.

Selain itu, perbaikan keadaan sosial ekonomi secara mikro dan makro, sedang bagi remaja yang terlibat berbagai masalah psikososial, perlu pendekatan tim terpadu untuk penyembuhannya, seperti dari aspek hukum, sosial, kesehatan masyarakat dan medis.

kapanlagi.com

Senin, 19 April 2010

Tips Memilih Klinik Kesehatan



Tapi sebenarnya ada cara untuk menghemat biaya ketika kita berobat Klinik Kesehatan atau pun dokter Spesialist. Jika harus ke dokter atau ke klinik kesehatan, tanyakan sejelas-jelasnya apa penyakit yang kita derita melalui diagnosanya :

1. Tanyakan apa pantangan dan apa yang dianjurkan, setelah itu jangan tebus resepnya cukup kita carikan obat luar di klinik kesehatan yang kira-kira lebih murah dan terbukti bisa mengobati penyakit yang sama lalu ikuti pantangan dan anjurannya.

2. Jika terpaksa harus menebus resep, tanyakan sejelas-jelasnya obat apa saja yang dia berikan apa jenisnya dan untuk apa. Pilih obat yang memang untuk penyakit tersebut dan tebus separohnya di klinik kesehatan).

3. Dan untuk jenis yang lain seperti obat vitamin bisa di gantikan dengan buah, dan untuk obat antibiotik bisa di gantikan dengan makanan yang mengandung serat dan anti oksidan tinggi.

4. Jika terbukti kita membaik dengan obat dari dokter, kita tebus lagi separonya tapi jangan dengan resep cukup kita tanyakan kepada apotik obat yang sama. Karena obat dengan resep lebih mahal dari tanpa resep walau jenisnya sama (klinik kesehatan).

Dengan cara demikian kita bisa mengurangi biaya kita berobat ke dokter specialist (Klinik Kesehatan), selain itu juga kita bisa banyak belajar jenis obat dari dokter, sehingga apabila kita mengalami gejala yang sama kita tinggal membeli obat yang sama tanpa harus ke dokter lagi.

Semoga tips di atas berguna bagi kita yang ingin berobat di klinik kesehatan dengan biaya yang lebih ringan. Tapi anjurannya lebih baik menjaga kesehatan dengan banyak memakan buah dan banyak minum air putih, karena itu anjuran umum semua dokter.

berbagai sumber

Selasa, 30 Maret 2010

Klinik Kesehatan Akupunktur Jadi Pelayanan Formal Di RS



Akupunktur medik merupakan salah satu jenis pelayanan spesialis, yang dilakukan oleh dokter ahli di bidangnya.

”Dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan tahun 1996, maka akupunktur medik menjadi pelayanan formal di rumah sakit,” kata Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, pagi ini.

Selama ini, katanya, akupunktur dikenal masyarakat sebagai metode pengobatan tradisional China. Namun negara-negara barat telah memasukkan metode pengobatan akupunktur ke dalam ilmu kedokteran modern dan disebut dengan akupunktur medik.

”Jadi, pelayanan akupunktur medik ini akan terus dikembangkan di Kota Medan pada era globalisasi. Dengan demikian, akupunktur medik ini menjadi salah satu pelayanan yang ***tamakan dan diminati masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, Puskesmas di kota Medan sudah membuka pelayanan Klinik Kesehatan akupunktur medik. ”Kemarin saya sudah meninjau Puskesmas Glugur Darat yang membuka pelayanan akupunktur medik. Mudah-mudahan, pelayanan akupunktur medik ini bisa terus dikembangkan,” tambahnya.

Sementara, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumatera Utara, Henry Salim, mengatakan, akupunktur medik ini sudah masuk dalam perkumpulan dokter spesialis dan terakreditasi. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan alternatif lain yang belum tentu memberikan pelayanan baik dan benar.

"Dengan adanya Klinik Kesehatan akupunktur ini, maka masyarakat ikut terbantu dalam memilih pengobatan. Misalnya, masyarakat yang ingin memilih pengobatan secara herbal atau metode pengobatan timur, mungkin dapat memiliki pelayanan akupunktur medik,” ujarnya.

waspada.co.id

Kamis, 11 Maret 2010

Indika Bangun Klinik Untuk Buruh


Setelah sebelumnya berjanji ingin membantu pekerja melalui pembuatan klinik kesehatan, pt indika energy tbk mulai merealisasikan janjinya tersebut. Langkah itu dimulai dengan penandatanganan kerjasama kemarin siang, untuk pendirian klinik kesehatan / pengobatan antara dpp konfederasi serikat p ekerja s eluruh indonesia dengan pt indika energy tbk.
"lebih dari setengah penduduk indonesia masih belum memiliki jaminan kesehatan, dan status kesehatan masyarakat di indonesia saat ini masih termasuk rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya di asia contoh seperti malaysi a, singapura atau korea selatan, ujar rico rustombi," sr vp corporate affairs pt indika energy tbk minggu (21/2/2010) ketika ditanya tentang janji indika pada pekerja yang pernah disampaikan sebelumnya.
Anggaran kesehatan pemerintah indonesia hanya 2,8% masih di bawah 5% pdb dari yang dianjurkan organisasi kesehatan dunia who . Sedangkan negara asia lainnya malaysia 4,2%, vietnam 6% dan china 4,7%."terus terang, bagi indika energy, kerjasama ini bertujuan membantu pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dalam konteks ini, adalah anggota resmi dpp k-spsi," ujarnya.Dijadualkan, klinik kesehatan bagi pekerja anggota k spsi itu, akan dibuka pada setiap hari senin-jumat dari pukul 09.00 16.00 wib. Selain untuk anggota k spsi, klinik ini nantinya juga terbuka untuk umum.




Http://megapolitan.kompas.com

Selasa, 29 Desember 2009

Perlu Tidakny Alat Seks



Iklan-iklan yang menawarkan alat bantu seks, termasuk obat-obatan pembesar alat vital (dengan nama oil of china, minyak zam-zam, pil king of king, kapsul alligator), sekarang bertebaran di koran, tabloid dan majalah-majalah.
Yang sangat khusus alat bantu seks untuk pria , antara lain; mr stand-up, virgin *****, pubis ring dan election ring.untuk pria, bentuknya mirip ****** atau untuk membangkitkan ketegangan ereksi.sedang yang khusus untuk wanita antaranya; anal explorer, amazing climax, cassanova’s magic sleeve, vibrating deep probe, dan puluhan lainnya lagi.untuk alat bantu seksual wanita, kebanyakan bentuknya mirip mr. P.di pasaran jakarta, penjualan alat bantu seksual untuk pria dan wanita ini tidak sulit diperoleh, kendati dengan harga bervariasi, dimulai dari puluhan sampai ratusan ribu rupiah.
Hakekatnya alat bantu seks bertujuan sebagai pemuas syahwat, namun apakah alat tersebut mampu mengatasi masalah seksual?
Di sini kita kutip pendapat dua doktor pakar problema seksual, yakni prof.dr.dr. Wimpie pangkahila, spand, faacs (androlog dan seksologi) dari bali, dan dr. Boyke dian nugraha, dsog (genekolog dan konsultan seks) dari jakarta.”Alat bantu seks tentu saja perlu bagi yang memerlukannya,” ungkap dr wimpie, “siapa yang memerlukannya?
Bagi pria yang tidak punya pasangan, tidak punya istri. Atau suami yang karena tugas, pisah dari istri. Suami pelaut misalnya, atau suami tugas beberapa tahun di luar kota atau luar negeri.daripada ia melakukan hubungan dengan perempuan lain, atau pekerja seks, tentu lebih baik memakai alat bantu. Lebih aman. Bebas penyakit. Bebas risiko hamil.atau kalau dia seorang wanita, janda misalnya, menurut saya lebih baik menggunakan alat seks or alat seksual.
Daripada hidup liar, melakukan seks bebas, dari segi kesehatan tidak baik, dari segi nilai-nilai moral kurang pantas, dari segi etika alat seks or alat seksual juga tidak baik.alat bantu itu secara ilmiah memang digunakan untuk kasus tertentu. Misalnya, pada perempuan yang mengalami disfungsi orgasme. Kegagalan orgasme yang disebabkan gangguan seksual pada suaminya. Salah satu cara latihan, yang disebut program masturbasi, bagi wanita yang mengalami kegagalan orgasme.




Http://www.untukku.com/

Selasa, 01 Desember 2009

Menuju Kenikmatan Seksual Dengan Alat Bantu Seks




Bagi sebagian besar wanita, umumnya enggan melakukan kegiatan seksual dengan alat bantu seks, mereka pasti memilih melakukannya bersama pasangan. Namun, apabila karena sesuatu hal mereka harus memilih alat bantu seks, hal itu dapat saja dilakukan.
Menurut dr anita gunawan, ms spand, androlog dari rumah sakit pusat pertamina, jakarta, alat seks dapat digunakan oleh mereka yang memang membutuhkannya. "kalau dilihat dari kasus suami impoten yang tidak dapat melayani istri, daripada selingkuh atau masturbasi maka syah-syah saja memilih alat bantu seks," ungkap anita ketika dihubungi okezone, jumat (15/2/2008).
Alat bantu seksual kegiatan seksual itu biasa disebut sex toys. Namun, mainan yang satu ini bukan untuk anak-anak di bawah umur. Karena dalam kondisi tertentu bisa dimandatkan untuk mendapatkan kepuasan bersama pasangan. Syaratnya, asal jangan kebablasan.
"kalau pasangan mengizinkan untuk memakai alat bantu seksual, maka tidak masalah untuk digunakan. Karena itu tergantung dari komitmen bersama," ungkap alumni universitas airlangga surabaya itu.
Masih menurut anita, keberadaan alat bantu seks wanita memang selalu dikait-kaitkan dengan wanita. Tak berlebihan memang karena dilihat dari ragam bentuk yang umum ditawarkan di pasaran, dapat dipastikan bidikan pemakainya kebanyakan kaum hawa. Meskipun alat seksual berbentuk kelamin pria juga banyak digunakan untuk kaum gay.
Namun, bukan berarti kaum adam tidak membutuhkan alat bantu seks pria macam itu. Karena mudah mendapatkan orgasme, kebutuhan pria terhadap alat bantu seks itu menjadi tidak mendesak. Berbeda dengan wanita tertentu yang kadang membutuhkan alat khusus melalui cara yang khusus pula
"meski alat bantu seks dapat gunakan oleh pria dan wanita, di indonesia penggunaan alat bantu seks untuk pria tidak terlalu populer. Karena wanita lebih pasif dalam hal berhubungan seksual," pungkasnya



Http://lifestyle.okezone.com

Senin, 23 November 2009

Alat Bantu Seksual Terfavorit



Menggunakan Alat Bantu Seksual tentunya akan menjadi bumbu tersendiri dalam ritual bercinta hingga terasa tak membosankan. Salah satu alat bantu seksual yang paling banyak diminati adalah vibrator, paling tidak untuk pasangan di Amerika Serikat.

Hal tersebut terungkap lewat dua buah survei yang dilakukan peneliti dari Universitas Indiana, AS. Dalam survei yang dilakukan oleh Dr Debra Herbenick dan timnya terhadap 2.056 wanita berusia 18-60 tahun terungkap, 52,5 persen wanita menggunakan vibrator.

Mayoritas pengguna vibrator tersebut mengaku mereka belum lama memakai vibrator. Satu dari empat responden baru memakainya sebulan terakhir ini.

Setelah memakai alat bantu seksual tersebut, mereka mengaku lebih mudah terangsang dan bergairah, ****** lebih terlubrikasi, mudah mencapai orgasme, dan tidak merasa sakit saat penetrasi. Selain itu, 71,5 persen responden mengatakan tidak mengalami efek samping terkait dengan penggunaan vibrator.

Tak jauh berbeda dengan para wanita, survei yang dilakukan oleh Dr Michele Reece dan timnya terhadap 1.047 pria yang juga berusia 18-60 tahun mengungkapkan, mayoritas pria (44,8 persen) pernah menggunakan vibrator untuk berhubungan seksual, baik sendiri maupun dengan pasangannya.

"Pria yang menggunakan vibrator, terutama yang belum lama memakainya, biasanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan organ seksualnya, misalnya memeriksa kesehatan ******," kata Reece.

Pria pengguna vibrator tersebut juga mengaku merasa lebih bergairah dan lebih puas dengan hubungan seks dan orgasmenya dibandingkan dengan pria yang tidak memakai vibrator.

"Ternyata vibrator juga banyak dipakai pria, sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya," kata Reece.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine, para peneliti menyebutkan bahwa penggunaan alat bantu seksual seperti vibrator memiliki dampak positif untuk kesehatan dan kepuasan seksual, terutama memancing gairah dan orgasme.

kompas.com

Kamis, 15 Oktober 2009

Melaksanakan Kegiatan Seksual Dengan Alat Bantu Seks



BAGI sebagian besar wanita, umumnya enggan melakukan kegiatan seksual dengan Alat Bantu Seksual, mereka pasti memilih melakukannya bersama pasangan. Namun, apabila karena sesuatu hal mereka harus memilih alat bantu seksual, hal itu dapat saja dilakukan.

Menurut Dr Anita Gunawan, MS SpAnd, androlog dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, alat bantu seks dapat digunakan oleh mereka yang memang membutuhkannya. "Kalau dilihat dari kasus suami impoten yang tidak dapat melayani istri, daripada selingkuh atau masturbasi maka syah-syah saja memilih alat bantu seks," ungkap Anita ketika dihubungi okezone, Jumat (15/2/2008).

Alat bantu kegiatan seksual itu biasa disebut sex toys. Namun, mainan yang satu ini bukan untuk anak-anak di bawah umur. Karena dalam kondisi tertentu bisa dimandatkan untuk mendapatkan kepuasan bersama pasangan. Syaratnya, asal jangan kebablasan.

"Kalau pasangan mengizinkan untuk memakai alat bantu seks, maka tidak masalah untuk digunakan. Karena itu tergantung dari komitmen bersama," ungkap alumni Universitas Airlangga Surabaya itu.

Masih menurut Anita, keberadaan alat bantu seksual memang selalu dikait-kaitkan dengan wanita. Tak berlebihan memang karena dilihat dari ragam bentuk yang umum ditawarkan di pasaran, dapat dipastikan bidikan pemakainya kebanyakan kaum hawa. Meskipun alat-alat bantu berbentuk kelamin pria juga banyak digunakan untuk kaum gay.

Namun, bukan berarti kaum adam tidak membutuhkan alat-alat bantu macam itu. Karena mudah mendapatkan orgasme, kebutuhan pria terhadap alat bantu seks itu menjadi tidak mendesak. Berbeda dengan wanita tertentu yang kadang membutuhkan alat khusus melalui cara yang khusus pula.

Ragam alat bantu seks secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok. Alat yang aktif dan pasif. Di kalangan industri, alat yang aktif disebut vibrator (bergetar) dan yang pasif dinamai dildo (tanpa getar).

Vibrator digerakkan dengan tenaga listrik dan baterai atau aliran listrik rumah. Bentuknya beragam. Untuk perempuan mulai dari replika *****, batangan lonjong, bulat telur atau seperti bentuk hewan tertentu. Dengan getaran lembutnya, alat-alat jenis vibrator biasanya digunakan untuk merangsang bagian-bagian tubuh tertentu sesuai dengan sensitivitas masing-masing pemakainya.

Terutama dildo yang umumnya digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam ****** atau anus bisa digunakan sendiri atau dengan bantuan pasangan. Kebanyakan berbentuk replika ***** atau bulatan lonjong. Vibrator berbentuk replika ***** yang sedang tidak dinyalakan juga dapat digunakan sebagai dildo.

Meski demikian, pria juga mengenal alat bantu seks berbentuk sex dolls (boneka seks). Alat ini dapat berupa boneka utuh seperti dakocan, boneka potongan pinggul wanita, atau bentuk potongan ******. Bentuknya amat beragam. Bahkan beberapa ada yang dilengkapi fungsi getar untuk menambah sensasi si pemakai yang dikategorikan sebagai vibrator.

"Meski alat bantu seks dapat gunakan oleh pria dan wanita, di Indonesia penggunaan alat bantu seks untuk pria tidak terlalu populer. Karena wanita lebih pasif dalam hal berhubungan seksual," pungkasnya

lifestyle.okezone.com