Tampilkan postingan dengan label chiropractic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chiropractic. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Desember 2010

Efek Rokok Timbulkan Penyakit Syaraf

Sebuah studi di Swedia baru-baru ini menyebutkan risiko penyakit terbaru yang diakibatkan oleh rokok, yaitu Multiple Sklerosis (MS) atau penyakit gangguan saraf. Namun untuk kasus ini, nikotin bukanlah penyebabnya.Berbeda dengan penyakit-penyakit lain seperti jantung, kanker, kencing manis yang disebabkan zat aditif dalam rokok (nikotin), kali ini penyebabnya adalah sianida yang ada di rokok. Asal tahu saja selain nikotin, dalam rokok terdapat 44.000 zat kimia lainnya termasuk sianida.

Disebutkan bahwa perokok pria memiliki risiko penyakit MS 1,8 kali lebih besar ketimbang mereka yang tidak merokok. Namun mereka yang menggunakan cerutu cenderung lebih sedikit terkena penyakit ini.Berbeda dengan cerutu versi Amerika, cerutu versi Swedia justru dirancang sedemikian khusus sehingga nikotin lebih banyak terserap oleh mulut. Namun setelah diteliti, bukan nikotinlah yang memicu penyakit MS.

Diantara sekian puluh ribu zat berbahaya dalam rokok, sianida dicurigai sebagai penyebab penyakit MS, bukan nikotin. Meskipun belum jelas mengapa rokok menyebabkan MS, tapi yang jelas zat berbahaya sianida menyebabkan kerusakan jaringan syaraf dan rentan infeksi yang diduga memicu penyakit MS.

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit syaraf yang menyerang sistem saraf pusat. Saat ini, lebih dari 2.500.000 orang di dunia menderita MS.MS diakibatkan oleh kerusakan myelin yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, penyampaian pesan antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya akan terganggu sehingga bisa mangacaukan komunikasi.

Tidak ada batasan aman dalam hal yang sifatnya racun bagi tubuh. Ini disebabkan rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia berbahaya, lebih dari 60 di antaranya diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogenik). Nikotin merupakan komponen utama dalam rokok. Dalam bentuk dan cara penggunaan apapun, rokok (dan tembakau pada umumnya) tetaplah berbahaya. Sebagian perokok tentunya sudah mengetahui dan mungkin menyadari konsekuensi yang harus dibayar dengan memposisikan dirinya sebagai seorang perokok. Namun perkara berhenti merokok bukanlah hal yang mudah untuk dilakoni. Sifat ketergantungan yang ditimbulkan oleh nikotin merupakan hal utama yang terlebih dahulu harus diatasi oleh setiap perokok.

Sumber

Enam Langkah Kurangi Sakit Pinggang

PERNAH mengalami sakit punggung? Jika pernah, Anda tidak sendirian. Sekitar delapan dari 10 orang pernah mengalami sakit punggung secara tiba-tiba atau berkepanjangan dalam kehidupan mereka. Kabar baiknya, Anda bisa meredakan gangguan ini dengan beragam cara. Berikut beberapa di antaranya:

Terapi fisik

tipe terapi fisik yang paling membantu untuk sakit punggung kronis adalah teknik tangan dalam menggerakkan jaringan lunak di punggung. Selain itu, teknik berikutnya yang juga efektif adalah latihan postur dan olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah.

Terapi Chiropractic

Terapi Chiroprarctic secara umum sama efektifnya dengan terapi fisik dan edukasi pasien dalam meredakan sakit punggung dengan menggunakan tangan atau perangkat lainnya untuk memanipulasi persendian tubuh. Studi-studi menunjukkan bahwa chiropractic efektif meradakan sakit punggung akut dan kronis.

Akupunktur

Sistem pengobatan tradisional China ini diyakini bekerja menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh


Terapi pijat

Beberapa tipe pijat bisa membantu meredakan sakit punggung.

Mind-body therapy

Teknik-teknik yang bisa Anda coba adalah pencitraan terarah (guided imagery), hipnosis, biofeedback, terapi relaksasi dan terapi bicara.

Gerakan secara sadar (mindful movement)

Terapi ini termasuk yoga dan tai chi, yang bisa Anda temukan di banyak gym. Posisi dan tipe gerakan yang digunakan dinyatakan bisa membantu meredakan sakit punggung Anda

Sumber

Khasiat Madu Untuk Syaraf Mata

Manfaat madu telah teruji untuk mengobati dan memperbaiki kondisi mata. Pada tahun 1981 Dr. Emara M.H, Kepala jurusan Dokter syaraf Mata di Al-Mansura University, telah berhasil membuktikan keampuhan madu untuk mengobati peradangan pada kornea mata, kebutaan pada kornea mata yang disebabkan oleh virus herpes, serta peradangan dan dehidrasi pada konjungtiva (selaput pada kelopak mata).

Metode pengobatan mata dengan madu

Madu yang digunakan adalah madu pilihan yang telah disterilkan. Penggunaanya adalah dengan cara diteteskan 1-2 tetes madu. Terapi ini biasanya akan menyebabkan mata menjadi perih untuk beberapa saat dengan disertai keluarnya air mata. Setelah ditetesin madu mata kondisi mata umumnya akan membaik 85% dan penglihatan menjadi lebih terang.

Hasil Penelitian terapi madu sebagai obat tetes mata.Sebagian besar pasien mata yang ditangani dalam penelitian menggunakan madu menunjukan hasil yang menggembirakan.

Berikut ini table hasil penelitian penyembuhan penyakit mata dengan madu sebagai obat tetes mata

Kondisi Penyakit Jumlah Pasien Sembuh Belum membaik


Radang kornea 30

26 (86%)

4 (13%)

Radang kornea disebabkan virus 18

15 (83%)

3 (16%)

Radang mata kronis 14

12 (85%)

2 (15%)

Dehidrasi pada konjungtiva 9

8 (88%)

1 (12%)

Peradangan kronis pada permukaan kelopak mata 15

12 (80%)

3 (20%)


Sumber

Teknik Terapi Chiropractic

Di dalam Chiropractic dikenal adanya teknik manipulasi. Seperti bagaimanakah itu ?

Manipulasi tulang belakang merupakan terapi utama yang dipakai Chiropractor. Yang paling umum adalah :

* Teknik memanipulasi dengan tekanan langsung (direct thrust techniques), Bagian tubuh tertentu ditekan dengan gerakan tangan yang cepat dan bertenaga. Juga dikenal dengan high velocity thrust (gerakan berkecepatan tinggi) dan merupakan terapi utama. Teknik ini memanfaatkan bagian tangan yang berbeda untuk memberi tekanan pada sendi yang berbeda. Misalnya jari tengah dan telunjuk digunakan untuk membetulkan tulang leher, sedang tulang pergelangan tangan dipakai untuk memperbaikik bagian thorax dan bagian lumbago. Ada pula gerakan tarikan pada bagian sendi sampai terdengar bunyi ‘klik’ yang keras saat terjadi geseran sendi.

* Teknik manipulasi tidak langsung (indirect thrust techniques), cara ini digunakan jika pasien tidak nyaman dengan teknik diatas. Dengan cara ini dibutuhkan beberapa menit untuk menarik sendi dengan perlahan.

* Teknik manipulasi untuk jaringan lembut (soft tissue techniques), Cara ini sering digunakan sebagai persiapan untuk mengurangi kekejangan otot dan melenturkan sendi sebelum melakukan teknik manipulasi dilakukan. Teknik ini juga digunakan untuk mengendurkan titik-titik tertentu seperti titik-titik pada akupunktur atau refleksiologi agar menjadi lentur, untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman saat dilakukan manipulasi.

Teknik-teknik ini dikembangkan terus sampai kini kurang lebih ada 150 teknik manipulasi. Setiap chiropractor dituntut untuk menguasai teknik manipulasi yang tepat untuk setiap kasus.

Sumber