Tampilkan postingan dengan label dokter praktek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter praktek. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2010

Klinik Kesehatan dan Plus Minus Komputerisasi



Di bidang kesehatan, Teknologi Informasi( TI) juga bisa sangat membantu. Untuk kebutuhan operasional Klinik Kesehatan atau rumah sakit misalnya, banyak urusan dapat dilancarkan dengan kehadiran TI. Sayangnya untuk di Indonesia agak terkendala oleh SDM dan infrastruktur.

Dengan harapan mengurangi kesalahan medis, menekan biaya, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, beberapa pusat pelayanan kesehatan di Amerika Serikat mulai mengimplementasikan rekam medis elektronik.

Pengalaman Cedars-Sinai Medical Center, LA, California (Shabot, 2004) memberikan 10 pelajaran penting:

1. Kecepatan adalah segalanya
Tidak peduli indahnya desain, fitur, saran, atau sistem peringatan (alerts), yang lebih penting adalah kecepatan (waktu respon). Sehingga masih banyak sistem yang berjalan dengan DOS (berbasis teks).

2. Para dokter mengabaikan sistem peringatan
Padahal sistem peringatan dapat mengurangi medical error, tetapi karena kebutuhan akan kecepatan akses lebih ***tamakan, maka sistem peringatan (misalnya peringatan akan adanya interaksi obat) cenderung diabaikan oleh dokter. Sistem peringatan ini masih digunakan oleh kalangan farmasi.

3. Memberikan informasi saat dibutuhkanDengan didukung sistem peringatan, informasi benar-benar disampaikan sesuai kebutuhan pengguna berupa pengingat singkat (reminder) tapi tetap menyertakan tautan (link) untuk informasi yang lebih lengkap.

4. Sesuai dengan alur kerja pengguna
Para pengembang sebaiknya menyadari, kadang komputerisasi juga memperlambat proses. Jadi, sesuaikan dengan proses dan alur kerja yang ada. Sistem berbasis web Cedars-Sinai menampilkan data pasien terbaru dengan tautan ke laporan konsultasi, hasil radiologi, dan analisis gas rutin. Informasi dapat dioptimalisasi untuk menghemat waktu akses.

5. Respek terhadap otonomi dokter
Di tengah kesibukannya sehari-hari, para dokter dihadapkan pada suatu sistem informasi klinik yang baru, dan kadang bertentangan dengan otonomi praktiknya. Hal ini sering terjadi pada para dokter senior yang berusia lanjut. pasien dan dokter.

6. Pengawasan implementasi secara nyata dan respon dilakukan dengan segera
Tantangan terberat adalah manajemen perubahan pada manusianya. Implementasi sistem informasi klinik yang baru membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

7. Hati-hati terhadap konsekuensi yang tidak diharapkan
Prosedural dedikasi yang ditanamkan pada suatu sistem kadang terlalu detil sehingga dapat melelahkan (terutama) para perawat. Konsekuensi ini baiknya disesuaikan dengan prosedur manual yang ada dan dibicarakan dengan tim dokter.

8. Waspada akan kekurangan proses jangka panjang yang belum teratasi
Tidak semuanya dapat tergantikan oeh sistem. Saat proses registrasi memerlukan waktu tertentu sementara pasien harus segera diambil tindakan (masalah proses), dokter akan memesan perlengkapan medikasi dengan menggunakan nama sementara, tentu saja dengan tulisan tangan. Proses ini tidak tergantikan oleh komputer.

9. Jangan mengacaukan “magic nursing glue“
Sebelum terkomputerisasi, para perawat sering membantu tugas dokter dengan melengkapi status pasien yang belum lengkap, sehingga memudahkan pasien untuk pindah tahap perawatan selanjutnya. Dengan komputerisasi, proses ini menjadi terlalu detil dan spesifik.

10. Kecepatan adalah segalanya
Kembali, kecepatan adalah segalanya bagi pengguna klinik di tengah kesibukan masing-masing.

Tapi kembali lagi, kesuksesan implementasi sistem informasi Klinik Kesehatan yang baru ditentukan oleh pemimpin yang baik dan pengikut yang baik pula.

netsains.com

Senin, 16 November 2009

Tips Berobat Ke Klinik Dokter



Tapi sebenarnya ada cara untuk menghemat biaya ketika kita berobat Klinik Kesehatan atau pun dokter Spesialist. Jika harus ke dokter atau ke klinik kesehatan, tanyakan sejelas-jelasnya apa penyakit yang kita derita melalui diagnosanya :

1. Tanyakan apa pantangan dan apa yang dianjurkan, setelah itu jangan tebus resepnya cukup kita carikan obat luar di klinik kesehatan yang kira-kira lebih murah dan terbukti bisa mengobati penyakit yang sama lalu ikuti pantangan dan anjurannya.

2. Jika terpaksa harus menebus resep, tanyakan sejelas-jelasnya obat apa saja yang dia berikan apa jenisnya dan untuk apa. Pilih obat yang memang untuk penyakit tersebut dan tebus separohnya di klinik kesehatan).

3. Dan untuk jenis yang lain seperti obat vitamin bisa di gantikan dengan buah, dan untuk obat antibiotik bisa di gantikan dengan makanan yang mengandung serat dan anti oksidan tinggi.

4. Jika terbukti kita membaik dengan obat dari dokter, kita tebus lagi separonya tapi jangan dengan resep cukup kita tanyakan kepada apotik obat yang sama. Karena obat dengan resep lebih mahal dari tanpa resep walau jenisnya sama (klinik kesehatan).

Dengan cara demikian kita bisa mengurangi biaya kita berobat ke dokter specialist (klinik kesehatan), selain itu juga kita bisa banyak belajar jenis obat dari dokter, sehingga apabila kita mengalami gejala yang sama kita tinggal membeli obat yang sama tanpa harus ke dokter lagi.

Semoga tips di atas berguna bagi kita yang ingin berobat di klinik kesehatan dengan biaya yang lebih ringan. Tapi anjurannya lebih baik menjaga kesehatan dengan banyak memakan buah dan banyak minum air putih, karena itu anjuran umum semua dokter.

berbagai sumber

Senin, 26 Oktober 2009

Tips Berobat Yang Efisien



1. Tidak semua obat manjur
biasanya obat sudah memberi efek setelah beberapa kali minum. Bila ini tidak terjadi, anda berhak bertanya ke dokter atau ke
klinik kesehatan dan klinik kesehatan kulit yang memeriksa.

2. Tidak semua resep harus kita terima
dalam menulis resep, dokter pada
klinik kesehatan dan klinik kesehatan kulit beracuan pada dua hal. Pertama, memberi obat pereda gejala. Kedua, memberi pokok yang menuntaskan penyebab sakit. Jika kita tahan dengan keluhan pilek yang menyertai flu, silakan tolak jenis obat yang pertama. Yang lebih diperlukan adalah obat pokoknya.

3. Curiga jika diberi obat terlalu banyak
kita patut bertanya jika dokter
klinik kulit dan klinik kesehatan reproduksi menulis resep sangat panjang, sebab ada dokter yang memberi banyak obat karena ragu dengan diagnosisnya. Resep berlebih dapat menyebabkan iatrogenic. Artinya pasien tambah sakit karena diagnosis tidak tepat.

4. Apotek tidak berhak menukar resep
adakalanya apotek menukar obat yang tidak sesuai dengan resep tanpa konfirmasi dengan
klinik kulit dan klinik kesehatan reproduksi. Mungkin persediaan obatnya terbatas. Ini menyalahi kode etik. Kalau ingin menukar obat, sebaiknya bertanya dulu ke dokter.

5. Tidak semua obat harus dihabiskan
tanyakan ke dokter
klinik reproduksi, perlu atau tidak kita mengonsumsi obat sampai habis. Lalu, apakah obat bisa digunakan lagi jika suatu hari menderita sakit yagn sama. Obat jenis pereda gejala biasanya tak perlu dihabiskan.

6. Cek harga lewat internet
beberapa apotek sudah memiliki situs sendiri. Di situs itu kita bisa membandingkan harga atau belanja online. Beberapa situs yang bisa anda kunjungi yaitu
klinik reproduksi dan www.apotik-tempo.com.


Http://winardi-andalas-putro.blogspot.com