Tampilkan postingan dengan label terapi stroke ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terapi stroke ringan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Maret 2010

Tahapan Terapi Stroke Akut



Ada tujuh tahapan
terapi stroke akut, tahapan tersebut meliputi: pengenalan gejala dan tanda-tanda stroke oleh penderita, keluarga atau orang di sekitar penderita, sistem komunikasi yang baik antara masyarakat dan rumah sakit dan fasilitas pengiriman penderita ke rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa pelayanan ambulans darurat merupakan komponen paling signifikan yang berhubungan dengan kecepatan penderita stroke tiba di rumah sakit.
Yang tidak kalah pentingnya adalah bagian triage dari instalasi rawat darurat, yang harus segera melakukan evaluasi penderita, termasuk pemeriksaan ct-scan kepala, penentuan diagnosis dan rencana penanganan, dan pengobatan umum termasuk tindakan bedah bila diperlukan.
Ditambahkan saiful islam, sebenarnya masih ada satu mata rantai yang juga amat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi stroke akut, yaitu perlengkapan atau sarana perawatan akut dan rehabulitasi dini. Dari penelitian yang dilakukan mobilisasi atau latihan dini merupakan faktor terpenting yang berkaitan dengan keberhasilan terapi stroke.
Model perawatan
Selama ini model perawatan terhadap penderita stroke disamakan dengan perawatan terhadap pasien dengan penyakit lain, akibatnya lama perawatan di rumah sakit menjadi lebih panjang. Selain itu penanganan juga menjadi kurang sempurna.
Saat ini telah dilakukan berbagai uji coba model perawatan khusus bagi penderita stroke. Antara lain, unit perawatan intensif penderita stroke akut, unit rehabilitasi stroke, serta unit perawatan stroke akut dan rehabilitasi dini.
Dalam penerapan model perawatan khusus bagi penderita stroke, unit ini dikendalikan oleh tim multidispliner yang melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai dari dokter spesialis saraf, paramedik, ahli gizi, terapist, pekerja sosial dan bidang-bidang lain yang terkait dengan unit rehabilitasi medik


Http://www.yastroki.or.id

Selasa, 23 Februari 2010

Mengatasi Stroke Yang Sudah Menahun



Mengatasi stroke yang sudah menahun itu lebih membutuhkan waktu yang lama dibanding dengan stroke ringan atau baru terjadi. Sebab untuk mengembalikan atau merecoverynya perlu kesabaran baik dari pasien sendiri mapun dari si penterapi.

Untuk Terapi Stroke /pasca stroke banyak aspek yang harus dicermati dan diobservasi. Karena menyangkut aspek psikologi dan fisik.

Aspek psikologi /mental yang umumnya dirasakan oleh penderita stroke adalah: rasa frustasi, tidak semangat hidup, sensitif, merasa tidak berguna, dan masih banyak aspek psikologi yang perlu digali.

Aspek fisik adalah kondisi fisik yang terkena pasca stroke, seperti tubuh mati sebelah, tangan atau kaki yang tidak bisa digerakan, motorik tubuh yang tidak sempurna, dan masih banyak gejala fisik lainnya.

Bagaimana cara melakukan Terapi Strokenya:
Disarankan lebih ***tamakan emotional background dulu yang diterapi, sebab aspek emosional bisa jadi penyebab utama, atau triger terjadinya stroke dan penyebab sulitnya recovery paska stroke.

Kalimat setupnya emotional background:
Ya Allah walaupun saya merasa............, yang mungkin menjadi penyebab saya terkena stroke saya pasrah dan ikhlas penyembuhannya kepada Mu

Kalimat setupnya phisical background:
Ya Allah walaupun badan saya bagian............, tidak bisa digerakan akibat stroke yang saya derita, saya pasrah dan ikhlas penyembuhannya kepada Mu.

Pengalaman saya menangani stroke berat itu membutuhkan waktu yang lama bisa bulanan dan berpuluh-puluh putaran, sebab membutuhkan waktu yang lama melakukan recovery emosi dan terutama fisik.

Namun hasil tapping jika dilakukan teratur ternyata bisa lebih cepat jika dibandingkan dengan terapi pasca stroke yang konvensional. Tetapi sekali lagi tergantung dari keikhlasan dan kepasrahan dari si pasien dan si tapper sendiri.

eftindonesia.com

Rabu, 10 Februari 2010

Terapi Musik Bantu Sembuhkan Stroke



Alunan musik dapat mempercepat pemulihan penderita stroke, demikian hasil riset yang dilakukan tim peneliti dari Finlandia seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu.

Penderita stroke yang rajin mendengarkan musik setiap hari, menurut hasil riset itu, ternyata mengalami peningkatan pada ingatan verbalnya dan memiliki mood yang lebih baik ketimbang penderita yang tidak menikmati musik atau Terapi Stroke melalui musik ini.

Musik memang telah lama digunakan sebagai salah satu terapi kesehatan, namun penelitian yang dimuat dalam jurnal Brain itu adalah riset pertama yang membuktikan efeknya pada manusia.

"Temuan ini adalah bukti pertama bahwa mendengarkan musik pada tahap awal pasca stroke dapat meningkatkan pemulihan daya kognitif dan mencegah munculnya perasaan negatif," kata tim peneliti.

Stroke, yang muncul saat aliran darah ke otak tersumbat, dapat membuat jaringan otak tak berfungsi. Penyakit ini adalah salah satu penyebab utama kematian dan kelumpuhan permanen di dunia.

Riset tersebut melibatkan 60 orang sukarelawan yang baru saja mengalami stroke pada pembuluh darah tengah (middle celebral artery) di belahan kanan dan kiri otak. Stroke semacam ini dapat mempengaruhi kendali motorik, kemampuan bicara dan sejumlah fungsi kognitif lainnya.

Para sukarelawan itu kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diminta mendengarkan musik favorit atau buku audio (audiobook) mereka setiap hari, sementara kelompok yang lain tidak mendengarkan musik apapun.

Tiga bulan pasca serangan stroke, kelompok pendengar musik dan buku audio menunjukkan peningkatan pada ingatan verbal mereka, masing-masing 60 persen dan 18 persen lebih baik ketimbang kelompok lainnya.

Kemampuan dalam memfokuskan perhatian juga meningkat 17 persen pada mereka yang mendengarkan musik, ungkap Teppo Sarkamo, ahli psikologi pada Unit Riset Otak Kognitif Universitas Helsinki yang mengepalai riset tersebut.

Musik ditengarai dapat mengaktifkan mekanisme pada otak yang memperbaiki dan memperbarui jaringan syaraf pasca serangan stroke, kata Sarkamo.

Menurut dia, riset-riset Terapi Stroke lain diperlukan untuk lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi pada otak. Namun temuan ini, tambahnya, telah memperlihatkan bahwa musik dapat digunakan sebagai salah satu terapi tambahan yang murah dan mudah bagi penderita stroke.

"Riset ini dapat dianggap sebagai studi pendahuluan dan menjadi awal yang menjanjikan," kata Sarkamo. (*)

antara.co.id

Kamis, 19 November 2009

Tips Menghindari Stroke



1. Periksa tekanan darah secara rutin.
Riset menunjukan bahwa rajin mengontrol tekanan darah dapat mengurangi 40% risiko stroke.
2. Singkirkan tembakau. Hasil studi memperlihatkan bahwa menjauhi tembakau mengurangi risiko stroke sampai 33%.
3. Periksa leher. Mintalah pada dokter untuk mendengarkan bunyi mendesing di leher. Ini penting jika anda mengalami aterosklerosis atau pengerasan dan penebalan pembuluh darah yang menyebabkan tersebumbatnya aliran darah.
4. Olahraga. Riset menunjukan bahwa mereka yang mulai latihan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang penyakit stroke berkurang 57%. Dedangkan yang mulai latihan olahraga pada usia 40-55 tahun, kesempatanya hanya 37% lebih baik untuk terhindar dari stroke.
5. Konsumsi sayur dan buah. Asal hijau atau orange, santap saja! Terlalu dini menyebut betakaroten dapat mencegah stroke. Tapi mengkonsumsi sayur-sayuran berwarna hijau dan buah-buahan setiap hari sangat baik
6. Konsumsi potasium. Riset menagaskan bahwa mengkonsumsi makanan kaya potasium sehari-hari dapat mengurangi risiko terserang stroke sebesar 40%. Kentang adalah sumber potasium yang baik, selain alpukat, kedela,pisang,salmon dan tomat.
7. Kurangi lemak. Apa yang baik bagi jantung anda, baik pula bagi otak anda. Menjaga kadar kolesterol berarti menghambat aterosklerosis dan penyakit stroke. Makanlah lemak tidak lebih dari 25% kebutuhan kalori.
8. Jauhi alkohol. Memang ada penelitian yang menyebutkan bahwa dalam jumlah tertentu, alkohol bisa mencegah stroke dan serangan jantung. Tapi akan lebih baik kalau anda tidak menguk alkohol karena tidak pernah jelas ukuran minumnya.




Http://tipsanda.com

Rabu, 21 Oktober 2009

Terapi Air Hangat Ampuh Sembuhkan Penyakit Stroke

Terapi Stroke Dengan Media Air Hangat

AIR hangat adalah satu media Terapi Stroke yang bisa menyembuhkan penyakit stroke. Efek hidrostatik, hidrodinamik dan hangatnya membuat tubuh bisa bergerak lancar, memperlancar peredaran darah dan memberikan ketenangan. Itulah hidropterapi. Bagaimanakah proses terapi stroke ini?

Menurut dr Peni Kusumastuti SpRM, spesialis rehabilitasi medik dari Klinik Dharma Daya Lestari Jakarta, menyembuhkan stroke memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kesadaran dan kedisiplinan. Salah satu terapi stroke yang dapat memulihkan otot dan sendi yang kaku adalah hidroterapi.

Hidroterapi, kata dr Peni merrupakan salah satu bentuk terapi stroke latihan dengan menggunakan modalitas air hangat. Terapi stoke yang ditawarkan adalah therapeutical pool (terapi latihan di kolam).

Air, lanjutnya, adalah media terapi stroke yang tepat untuk pemulihan cedera. Pengaruh gaya apung air membuat beban terhadap sendi tubuh seorang pasien berkurang.

"Air yang digunakan memiliki suhu 31 derajat celsius. Kisaran suhu ini cukup aman dan memberikan efek relaksasi bagi pasien, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan kemampuan alat gerak," katanya.

Dasar utama penggunaan air hangat untuk pengobatan adalah efek hidrostatik dan hidrodinamik. Secara ilmiah, jelas dr Peni, air hangat mempunyai dampak fisiologis bagi tubuh. Pertama, berdampak pada pembuluhdarah. Hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Kedua, faktor pembebanan di dalam air akan menguatkan otot-otot dan ligament yang mempengaruhi sendi-sendi tubuh. Tak heran, pasien dengan menggunakan encok dan rematik sangat baik bila diterapi dengan air hangat.

Ketiga latihan di dalam air berdampak positif terhadap otot jantung dan paru-paru. Latihan di dalam air membuat sirkulasi pernapasan menjadi lebih baik.

"Efek hidrostatik dan hidrodinamik pada terapi stroke ini juga membantu menopang berat badan saat latihan jalan," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI)ini.

Selain hal-hal positif di atas, air bersuhu 31 derajat Celsius mempengaruhi oksigenisasi jaringan sehingga dapat mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri, menenangkan jiwa dan merilekskan tubuh.

" terapi stroke dengan air hangat banyak memiliki keunggulan, yakni menurunkan rasa nyeri, memperbaiki bentuk tubuh dan meningkatkan kemampuan alat gerak," pungkasnya.

/lifestyle.okezone.com