Kamis, 08 April 2010

Mengenal Keputihan dan Faktanya



Keputihan bukan hal asing bagi wanita. Berikut ini beberapa fakta tentang keputihan yang patut Anda ketahui:

Keputihan tidak hanya dialami wanita. Pria pun bisa mengalami keputihan. Biasanya tertular dari istri, kalau keputihan istri jenis keputihan infeksi. Artinya, ada bibit penyakit dalam keputihannya. Lewat hubungan seksual, bibit penyakit ini ditularkan kepada suami. Walau gejala keputihan suami tidak senyata pada wanita, gejalanya sama. Ada keluhan gatal dan keluar lendir abnormal dari liang kemih pria.

Keputihan pada wanita tidak selalu berarti normal. Keputihan umumnya dianggap lazim pada wanita dewasa. Keputihan bisa dianggap normal (bukan karena penyakit) bila cairannya bersifat encer, bening, tidak berbau, dan tidak pula gatal. Biasanya muncul menjelang haid sebagai bagian dari aktivitas hormon wanita. Keputihan yang sama juga mungkin muncul pada reaksi alergi pada pakaian dalam yang tidak cocok. Pada wanita berbakat alergi, pakaian dalam berbahan nilon, misalnya, bisa menimbulkan gejala keputihan juga dan harus di beri Obat Keputihan.

Jenis keputihan ada banyak. Selain keputihan yang normal, kita juga mengenal keputihan penyakit. Kalau keputihan normal lendirnya bening, encer, tidak berbau, dan tidak gatal. Keputihan penyakit sebaliknya. Selain lendirnya kental, berwarna putih susu, kuning, atau kehijauan, umumnya berbau dan gatal pula.

Keputihan penyakit tidak mengenal musim, sebab hampir selalu muncul selama belum diobati. Sedang keputihan bukan penyakit hanya muncul pada saat-saat tertentu saja, seperti menjelang haid, kecapekan, atau sewaktu terangsang seksual.

Penyebab keputihan penyakit paling sering adalah golongan parasit richomonas vaginale. Keputihannya berupa lendir agak kental berwarna kekuningan. Keputihan oleh jamur candida albicans, lendir keputihannya berwarna susu kental. Sedang keputihan oleh kuman, lendirnya biasanya kental mungkin kuning agak kehijauan. Ketiga jenis penyakit keputihan ini berasal dari luar tubuh. Yaitu apabila kebersihan ****** kurang terpelihara. Cebok sembarangan di WC umum, atau air cebok tidak bersih.

Dari beberapa penelitian di Indonesia banyak wanita tertular keputihan jamur dari WC umum, baik gayung, bak mandi, maupun air ceboknya, kebanyakan sudah tercemar jamur candida. Hal ini sama terjadi di WC asrama, rumah tahanan, dan tempat umum lainnya.

Keputihan oleh jamur biasanya disertai pula dengan penyakit jamur kulit di selangkangan. Tampak semacam eksim di sela kulit selangkangan. Eksim yang sama bisa tumbuh di bawah lipatan payudara. Akibat kebersihan kulit yang tidak terjaga, jamur keputihan menjalar ke bagian tubuh lain. Ini terjadi pada lipatan kulit yang lembab dan luput dari penyabunan atau pengeringan dengan handuk. Pada kulit yang lembab dan tidak kering, jamur kulit gampang tumbuh. Adanya jamur kulit bersamaan dengan keluhan keputihan berwarna susu, hampir bisa dipastikan memang jamur penyebabnya dan harus di beri Obat Keputihan.

Keputihan oleh kuman, biasanya berasal dari liang dubur. Kita tahu liang dubur selain membuang ampas, bersamanya mungkin saja keluar juga kuman. Kuman biasanya berasal dari makanan atau minuman yang sudah tercemar.

Kebiasaan berhanduk, dengan menggosok dari belakang ke depan selangkangan, memungkinkan memindahkan kuman dari liang dubur ke ******. mestinya berhanduk dari depan ke belakang. Sehingga kalau memang ada kuman di liang dubur, kuman tidak sampai terbawa masuk ke ******.

Kuman juga bisa masuk ****** berasal dari pembalut selagi haid. Jika pada hari hari pertama haid terlambat mengganti pembalut, pembalut yang sudah basah dan terlalu lama dipakai, mungkin sudah tercemar air cebok, sehingga mengundang kuman bersarang di sana. Kuman tersebut yang menyebabkan keputihan juga.

Oleh: dr. Handrawan Nadesul

info-online.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar