Tampilkan postingan dengan label air minum kemasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air minum kemasan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2010

Air Kemasan VS Air Mineral



Tidak sedikit orang yang salah kaprah tentang istilah air mineral dan air kemasan. Karena keduanya sama-sama dikemas dalam botol, banyak orang yang menyebut dan menyangka bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air mineral. Padahal, sebetulnya keduanya tidak sama. Apa perbedaannya?

DEFINISI AIR MINERAL
Menurut SNI (Standar Nasional Indonesia), definisi air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air yang telah diolah dengan perlakuan khusus dan dikemas dalam botol atau kemasan lain dan memenuhi persyaratan air minum (Air Minum Isi Ulang).Sedangkan air mineral adalah air yang diperoleh langsung dari sumbernya, dikemas di dekat lokasi sumber air, memiliki syarat kandungan mineral tertentu, dan juga dikemas dalam botol ataupun kemasan lainnya.

SERUPA, TAPI TAK SAMA
Sumber air AMDK dan air mineral sama-sama berasal dari mata air pegunungan. Tapi, khusus untuk air mineral, sumber airnya diambil dari pegunungan yang memang memiliki kandungan mineral lebih tinggi. Secara fisik, keduanya agak sulit dibedakan. Yang pasti, pada kemasan air mineral akan tertulis apa dan berapa kadar mineral yang terkandung di dalamnya (Air Minum Isi Ulang).

AIR MINERAL BERKARBONASI?
Air mineral berkarbonasi maksudnya adalah air mineral yang mengandung karbondioksida (seluruhnya atau sebagiannya didapat asli dari sumber airnya atau bisa juga ditambahkan dari luar). Fungsinya adalah supaya air terasa lebih segar. Di pasaran, dikenal dengan istilah sparkling water yangtertulis pada kemasannya.

HINDARI JIKA…
Sebaiknya jangan lagi mengonsumsi air mineral ataupun AMDK bila airnya sudah tidak jernih atau keruh, berasa dan berbau menyimpang, atau kemasannya bocor.

femina-online.com

Senin, 15 Februari 2010

Air Minum Isi Ulang, Sudah Layakkah?


Belakangan, kasus pemalsuan makin marak. Tak hanya alat kosmetik palsu, shampo, detergen palsu, uang palsu, hingga surat izin mengemudi (sim) di medan pun dipalsukan. Bagaimana dengan air minum isi ulang yang berkaitan langsung dengan kesehatan kita?Air isi ulang, memang hal ini tidak baru lagi. Namun, persoalan air isi ulang dipandang perlu karena masalah ini menyangkut kesehatan konsumen.


lagi pula, aksi pemalsuan produk belakangan dirasakan makin marak. Rokok 234 djisamsoe misalnya, yang sebenarnya diproduksi dari jawa timur, eh, belakangan tersiar berita pematangsiantar (sumut) pun sudah memproduksi rokok aga sampoerna itu.

bicara soal air isi ulang, penting. Maraknya persoalan pemalsuan mengarahkan perhatian masyarakat terhadap higienis air isi ulang. Benarkah proses air minum isi ulang itu sudah benar? Sudah layak diminum kah air isi ulang itu? Bagaimana dengan tabung atau selang maupun bak air minum isi ulang itu? Wajar, kalau konsumen bertanya begitu.

kita tak ingin membandingkan kualitas
air minum isi ulang aqua dengan air minum isi ulang yang diproduksi sekelas “monica water” misalnya. Atau air minum isi ulang lain yang mengaku sudah higienis alias layak minum. Jangan-jangan air minum yang sebenarnya air hujan justru mentah-mentah dijual ke masyarakat. Muncul pula dugaan seperti itu.
sekadar perbandingan, air minum isi ulang aqua sudah melewati beberapa tahap mulai dari penyulingan, pembunuhan zat-zat berbahaya dalam kandungan air minum itu, dan tahapan lain.

yamaha water purifier malah mengaku sangat peduli terhadap perbaikan kualitas hidup melalui peningkatan daya saring air terhadap kontaminasi yang tidak diperlukan, sehingga dapat menghilangkan warna, bau, keruh dan anti bakteri.

selain itu pula, didukung tenaga-tenaga ahli dari ymc japan dan ditunjang sistem pelayanan terpadu dan menyeluruh bagi konsumen dalam kendali mutu air serta perawatan hingga menghasilkan air lebih higienis, jernih, segar dengan rasa yang alami.

pendukungnya, ytss (yamaha total support system) meliputi survei lokasi, laboratorium, konsultasi, instalasi dan hasil analisa air.


lantas bagaimana dengan kualitas dan higienisnya air minum milik qleen q, ades, dan sebagainya




Http://www.harian-global.com

Rabu, 20 Januari 2010

Tips Melacak Bakteri Dalam Air Isi Ulang



Jika anda termasuk pelanggan air minum isi ulang, cobalah teliti sebelum mengisi. Masalahnya, sejumlah depo air minum isi ulang di jakarta dan sekitarnya diduga tercemar bakteri e. Coli. Wah, itu berarti bisa membahayakan kesehatan.
Nuri andarwulan, pengajar ilmu dan teknologi pangan, ipb, memberika tipsnya agar anda tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang.
Apakah air minum isi ulang bisa langsung diminum?
Pada prinsipnya,
air minum isi ulang yang banyak dijual itu layak dikonsumsi. Tapi, yang aman diminum adalah yang kualitasnya sudah diperiksa oleh dinas kesehatan kabupaten atau kotamadya setempat.
Intinya, air yang layak diminum harus melewati 3 persyaratan kelaikan, yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, depo tersebut akan diberikan sertifikat izin dari dinas kesehatan tersebut.
Nah, agar tidak ragu, sebaiknya minta diperlihatkan sertifikat tersebut sebelum membelinya. Perhatikan juga masa waktu berlakunya, karena izin ini tidak berlaku selamanya. Tiap 6-12 bulan depo
air minum isi ulang harus memeriksakan produknya.

Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata?
Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium.
Tapi, anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih).
Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (hg), timbal (pb) dan au) aluminium, besi, serta klorida.

Jadi, bagaimana agar tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang?
Perhatikan sanitasi botol kemasan. Berikut langkah-langkahnya:

- cuci botol kemasan dengan sabun pembersih alat dapur yang tidak beraroma. Tujuannya agar tidak mempengaruhi rasa air yang akan diisi nanti.
- setelah bersih dari air sabun, bilas botol dengan air panas (suhu 80 derajat celcius).
- lalu, tutup botol dengan rapat dengan plastik bersih. Buka tutup tersebut, tepat sebelum botol diisi air minum isi ulang, sehingga debu tidak mudah masuk.

Selain itu, lakukan usaha-usaha desinfeksi sendiri di rumah, misalnya rebus air minum isi ulang tersebut di atas api hingga mendidih selama minimum 2 menit



Http://kosmo.vivanews.com