Tampilkan postingan dengan label aroma terapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aroma terapi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

Pameran KGB Di Ramaikan Pebisnis Aromaterapi

Spa dan penggunaan aromaterapi, merupakan salah satu cara pengobatan yang bersifat holistik atau menyeluruh. Spa dan aromaterapi bukan hanya berupa perawatan untuk tubuh semata, namun juga bisa mengobati penyakit yang ada di tubuh, terutama wajah.

Berbagai macam produk perawatan spa dan aromaterapi untuk perawatan tubuh dan wajah, seperti masker dan scrub berbahan alami, teh beras merah, massage oil wijen, natural soap, hingga dupa lavender ditawarkan pebisnis aromatic di pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXII.

Menurut Owner Ananta Bali Aromatic, Ni Wayan Djani, selain di PKB ini, pihaknya kerap berpameran di dalam negeri maupun luar negeri. Seperti PPE, Inacraft, HaIai Expo Abu Dhabi , China International SME. ‘'Selain itu, kami juga telah bekerja sama dengan perusahaan dagang untuk menjual produk kami ke Hongkong , Australia , dan beberapa negara di Eropa,'' ujarnya.

Pihaknya mulai menggeluti bisnis jual aroma terapi dan material spa sejak 1993. Usahanya yang dinamai Ananta Bali Aromatic, telah menjadi lokomotif bagi beberapa petani dan penyuling atsiri, meski beberapa jenis bahan baku masih diimpor.

Pihaknya mengatur produksi dan pemasaran aneka produk yang diracik tangan-tangan terampil para perajinnya, seperti gram mandi, minyak pijat, dan batang-batang dupa. ‘'Kami juga memproduksi bubuk pembersih keramik,'' ungkapnya.

Bahan bakunya seperti minyak nilam, kenanga, cengkih, dan jasmine, diperoleh dari petani penyuling atsiri di Banyuwangi, Malang , Yogyakarta , hingga Bogor . Mengenai harga minyak nilam yang dibelinya Rp 400.000-Rp 600.000 per liter, sedangkan minyak kenanga Rp 800.000 per liter. ‘'Kami membeli langsung, mereka memang sudah menjadi langganan kami,'' jelasnya.Di samping pasokan dari petani, sebagian bahan baku yang belum dibuat oleh industri lokal harus dibelinya dari para importir, seperti minyak cendana, serta fragrance lavender, dan pewangi green tea.

sumber

Jenis Minyak Angin Aromaterapi

Minyak Angin merupakan salah satu jenis obat yang turun temurun masih dipakai hingga saat ini adalah minyak angin.Dalam perjalanan tidak lupa minyak angin selalu dibawa, untuk menghilangkan mual akibat mabuk perjalanan.

Minyak angin juga dipakai untuk menghilangkan rasa dingin dan mengurangi pegal-pegal.Nah kini ada juga minyak angin jenis aromatherapy. Apa bedanya? tentu saja sesuai namanya yaitu dengan tambahan aroma yang khas yang mempunyai efek relaksasi terhadap otak.

Minyak angin aromaterapi terbuat dari Menthol, Champhor dan essential oil.Aromatherapy atau aromaterapi sendiri berarti istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, dikenal sebagai minyak esensial, dan senyawa aromatik lainnya dari tumbuhan yang bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati atau kesehatan seseorang, yang sering digabungkan dengan praktek pengobatan alternatif.

Jenis minyak esensial bermacam-macam tergantung proses distilasi yang hanya memulihkan fitomolekul ringan.Aromaterapi sudah ada sejak 6000 tahun yang lalu. Kata “aromaterapi” digunakan oleh kimiawan Perancis Rene-Maurice Gattefosse pada tahun 1920-an, yang mencurahkan hidupnya untuk meneliti sifat penyembuhan minyak esensial setelah musibah laboratorium parfumnya. Manfaat minyak angin jenis ini yaitu meringankan sakit kepala, meredakan perut kembung, masuk angin, mabuk perjalanan, meringankan gejala flu. Juga berfungsi sebagai inhaler (hidung tersumbat karena flu).

sumber

bisnis Aroma Terapi Yang Cukup Menjanjikan

Konsep ‘back to nature’ benar-benar menyihir minat konsumen terhadap produk-produk aromaterapi dan perawatan kecantikan tradisional. Kini, kebutuhan akan produk herbal ini terus bertumbuh Kenyataan ini membuka peluang pasar bagi pelaku usaha di bisnis ini. Karena itu, wajar jika saat ini cukup mudah mendapatkan produk aromaterapi dalam berbagai jenis, model dan aromanya. Mulai gerai-gerai di pusat perbelanjaan, salon-salon kecantikan hingga spa atau pusat perawatan tubuh, menyediakan produk-produk ini. Pembelinya pun terus meningkat dan berasal dari beragam segmen dan usia.

Ada dua jenis aromaterapi yang ada di pasar, yakni dihirup dan dioles. Kalau dioles cara kerjanya melalui pembuluh kulit dan masuk ke syaraf. Intinya, efek aromaterapi mengubah pikiran dan perasaan seseorang menjadi lebih tenang, konsentrasi, bahkan menyembuhkan beragam penyakit

Berkah wewangian aromaterapi pula yang membuat Anita, 37, menggeluti usaha ini. Bisnis coba-coba sejak 2003 itu membawanya menjadi ahli peramu wewangian. Dibantu sekitar 5 tenaga kerja, rata-rata ia mampu memproduksi 1.000 piece lilin aromaterapi per bulan. Pasarnya 80 persen untuk lokal, seperti Jakarta, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Bali, Lombok, Kupang, Jogjakarta dan Jatim. Untuk pasar ekspor, produknya telah menembus Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada.

Meski terbilang telah dikenal, toh Anita terus menciptakan aroma-aroma baru. Untuk meyakini ramuannya bisa diterima pasar, ia pun memakai sendiri wewangian itu. “Tak jarang orang yang saya temui tertarik dengan aromanya. Di sinilah teknik marketing saya, selain aktif pameran,” tandasnya.

sumber

Kamis, 12 November 2009

Tips Memilih Lilin Terapi Telinga



Nyala lilin (candle light) merupakan sumber energi. Sejak dulu, cahaya lilin digunakan di yunani, mesir, india, dan china dalam ritual penyembuhan penyakit atau terapi telinga. Cahaya merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik atau getaran energi. Terdiri atas 7 warna pokok yang memiliki panjang gelombang berbeda-beda. Unsur cahaya dan warna inilah yang kemudian dikembangkan sebagai dasar lilin terapi. Atau ear candle indonesia getaran energi cahayanya kemudian beresonansi dengan aura manusia (medan energi elektromagnetik yang menyelubungi manusia).

Penyembuhan dengan lilin terapi /
ear candle indonesia diyakini dapat menyelaraskan kembali sirkulasi energi pada tubuh yang sakit (baik sakit fisik maupun psikisnya) akibat ketidakseimbangan antara tubuh-pikiran-jiwa (body, mind, and soul). Energi dari cahaya lilin itulah yang diharapkan akan beresonansi dengan energi penderita yang sedang tidak seimbang.

* pilihlah lilin terapi telinga / ear candle yang berkualitas baik agar nyalanya cukup lama sehingga manfaat yang didapatpun bias maksimal.
* dalam satu sesi, gunakan ear candle (lilin terapi telinga) yang memiliki aneka ukuran dan warna. Maksudnya, jika digunakan lilin yang punya daya baker 3 jam, maka gunakan semua yang berdurasi sama. Setiap sesi setidaknya butuh waktu 20-30 menit. Sebaiknya lakukan setiap pagi atau malam hari menjelang tidur.
* perhatikan juga perbandingansumbu dan diameter lilin /
ear therapy. Semakin besar diameter lilin, maka sebaiknya sumbunya juga semakin besar, sehingga letika dibakar tidak menyisakan limbah.
* lilin terapi telinga yang ditambahkan pengharun (ear therapy) boleh-boleh saja digunakan asalkan aroma ear wax candle pilihannya sejalan dengan yang dibutuhkan saat tegang, sehingga mampu memberi perasaan bahagia dengan ear wax candle.



forum.inilah.com

Senin, 02 November 2009

Tempat Lilin Terapi Telinga



Nyala lilin (candle light) merupakan sumber energi. Sejak dulu, cahaya lilin digunakan di yunani, mesir, india, dan china dalam ritual penyembuhan penyakit atau ear candle indonesia. Cahaya merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik atau getaran energi. Terdiri atas 7 warna pokok yang memiliki panjang gelombang berbeda-beda. Unsur cahaya ear candle indonesia dan warna inilah yang kemudian dikembangkan sebagai dasar ear candle atau ear therapy. Getaran energi cahayanya kemudian beresonansi dengan aura manusia (medan energi elektromagnetik yang menyelubungi manusia).

Penyembuhan dengan
ear candle atau ear therapy diyakini dapat menyelaraskan kembali sirkulasi energi pada tubuh yang sakit (baik sakit fisik maupun psikisnya) akibat ketidakseimbangan antara tubuh-pikiran-jiwa (body, mind, and soul). Energi dari cahaya lilin itulah yang diharapkan akan beresonansi dengan energi penderita yang sedang tidak seimbang.

* pilihlah lilin
ear therapy atau ear wax candle yang berkualitas baik agar nyalanya cukup lama sehingga manfaat yang didapatpun bias maksimal.

* dalam satu sesi, gunakan lilin (
ear therapy atau ear wax candle) yang memiliki aneka ukuran dan warna. Maksudnya, jika digunakan lilin yang punya daya baker 3 jam, maka gunakan semua yang berdurasi sama. Setiap sesi setidaknya butuh waktu 20-30 menit. Sebaiknya lakukan setiap pagi atau malam hari menjelang tidur.

* perhatikan juga perbandingan sumbu dan diameter ear candles atau ear candle therapy. Semakin besar diameter lilin, maka sebaiknya sumbunya juga semakin besar, sehingga letika dibakar tidak menyisakan limbah.

* ear candles atau ear candle therapy yang ditambahkan pengharun (lilin aromaterapi) boleh-boleh saja digunakan asalkan aroma therapy pilihannya sejalan dengan yang dibutuhkan saat tegang, sehingga mampu memberi perasaan bahagia.


Http://forum.inilah.com/showthread.php?t=1966