Tampilkan postingan dengan label ear candle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ear candle. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

Candle Ear Therapy membantu mencegah penyakit tubuh

Telinga kita terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian dalam, tengah dan luar, yang sangat berpotensi terkena kotoran, virus dan bakteri yang berujung pada permasalahannya sendiri-sendiri. Misalnya, bagian dalam telinga yang terdiri dari kanal berbentuk setengah lingkaran dan berfungsi menjaga keseimbangan tubuh, jika terinfeksi akan menyebabkan labirintitis. Labirintitis inilah yang akan memunculkan rasa mual hingga vertigo. Kemudian, bagian tengah atau gendang telinga yang berbentuk seperti busa dan bersifat lembab, jika mengalami pembengkakan akibat terlalu lembab akan mengakibatkan infeksi dan bahkan pecahnya gendang telinga.

Lalu bagaimana lilin dapat membasmi semua keluhan penyakit itu? Adalah orang Indian yang awalnya melakukan Ear Candle Therapy atau di sebut juga terapi lilin dengan menggunakan kulit jagung yang dicelupkan dalam lilin lebah. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, lilin yang digunakan untuk terapi adalah lilin khusus yang berlubang dengan panjang 20 sentimeter, jelas Susana Budiman, terapis terapi lilin pada bukunya Terapi Lilin Telinga (Ear Candling).

Pernah merasa kuping kita berdengung? Jika iya, itu merupakan pertanda telinga kita memiliki kotoran (earwax). Kotoran ini berupa cairan atau sekret yang keluar dari kelenjar-kelenjar yang ada di bagian luar telinga kita. Jika dibiarkan, kotoran tersebut akan menumpuk dan mengeras. Sehingga tidak bisa lagi diambil dengan cotton bud atau kapas khusus pembersih telinga yang dapat mengganggu telinga kita sendiri. Oleh sebab itu, kita membutuhkan terapi lilin untuk membantu membersihkan kotoran telinga tersebut. Proses Ear Candle Therapy dimulai dengan meminta pasien untuk memiringkan badannya di atas tempat tidur, lalu lilin terapi akan dimasukan ke dalam lubang telinga kita dan kemudian dinyalakan. Dan biasanya proses ini dilakukan pada telinga yang tidak bermasalah terlebih dahulu. Nyala api yang kecil inilah yang akan membuat proses pengisapan kotoran tertarik secara perlahan ke dasar lilin. Proses tidak lama, hanya 15-30 menit per satu lilin. Selama poses penghisapan berlangsung, terapis juga akan melakukan pemijatan di daerah belakang telinga yang bertujuan membuat pasien merasa lebih relaks dan memperlancar proses penarikan kotoran. Dan akhirnya, terapis akan menggunting lilin sesuai dengan batas terakhir lilin terbakar. Jika kita membayangkan bahwa sisa bakaran lilin akan masuk ke telinga, sebaiknya buang jauh pikiran itu. Sebab lilin dibuat dari bahan khusus yang telah dilengkapi dengan penyaring yang berfungsi mencegah sisa bakaran lilin masuk ke telinga kita.

Kalau berbicara mengenai intensitas dan jumlah pemakaian lilin terapi yang dibutuhkan, kita harus menyesuaikannya dengan kondisi penyakit dan banyaknya kotoran yang ada di dalam telinga. Kalau hanya bertujuan untuk pemeliharaan saja, kita cukup melakukannya sebanyak 6 kali dengan 2 lilin terapi saja. Sedangkan untuk yang memiliki gangguan parah pada telinga, dianjurkan untuk melakukan terapi ini sebanyak 3 hari sekali selama 3 minggu, tapi dengan catatan melakukan penyembuhan pada infeksi atau peradangannya terlebih dahulu sebelum melakukan terapi ini.


Sumber : Kompas

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Minggu, 03 Januari 2010

Ear Candling



Ear candling, also called ear coning or thermal-auricular therapy, is an alternative medicine practice claimed to improve general health and well-being by lighting one end of a hollow candle and placing the other end in the ear canal. According to medical researchers, it is both dangerous and ineffectiveclaims that the practice removes earwax have been disproved. The claim by one manufacturer that ear candles originated with the hopi tribe has also been disproven
One end of a cylinder or cone of waxed cloth is lit, and the other placed into the subject's ear. Usually the subject is lying on one side with the treated ear uppermost and the candle vertical, and can be stuck through a paper plate or aluminum pie tin to protect against any hot wax or ash falling down the side. The flame is cut back occasionally with scissors and extinguished between two and four inches from the subject. Proponents claim[citation needed] that the flame creates negative pressure, drawing wax and debris out of the ear canal, which appears as a dark residue.
An ear candle session can last from 15 minutes to 45 minutes, during which time a series of one or two ear candles may be burned for each ear.
Linda dahlstrom, health editor for msnbc, underwent the procedure, reporting that the experience (which included a massage) was relaxing, but did not report any other positive effects from her experience. She concluded: "i wouldn’t recommend it for anyone”.
Proponents and sellers of ear candles and ear candling supplies claim that others have had positive experience, however none of them provide any source of credibility for their claims.
In europe, some ear candles bear the ce mark (93/42/eec) though they are mostly self-issued by the manufacturer. This mark indicates that the device is designed and manufactured so as to not compromise the safety of patients, but no independent testing is required as proof.
While ear candles are widely available in the u.s., selling or importing them with medical claims is illegal. This means that one cannot market ear candles as products that "diagnose, cure, treat, or prevent any disease”.
In a report, health canada states "there is no scientific proof to support claims that ear candling provides medical benefits. ... However, there is plenty of proof that ear candling is dangerous." it says that while some people claim to be selling the candles "for entertainment purposes only", the canadian government consider that there is no reasonable non-medical use, and hence any sale of the devices is illegal in canada.


wikipedia