Tampilkan postingan dengan label ear candles. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ear candles. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

Terapi Ear Candle, Menghindarkan Tubuh dari Penyakit



Telinga kita terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian dalam, tengah dan luar, yang sangat berpotensi terkena kotoran, virus dan bakteri yang berujung pada permasalahannya sendiri-sendiri. Misalnya, bagian dalam telinga yang terdiri dari kanal berbentuk setengah lingkaran dan berfungsi menjaga keseimbangan tubuh, jika terinfeksi akan menyebabkan labirintitis. Labirintitis inilah yang akan memunculkan rasa mual hingga vertigo. Kemudian, bagian tengah atau gendang telinga yang berbentuk seperti busa dan bersifat lembab, jika mengalami pembengkakan akibat terlalu lembab akan mengakibatkan infeksi dan bahkan pecahnya gendang telinga.

Lalu bagaimana lilin dapat membasmi semua keluhan penyakit itu? Adalah orang Indian yang awalnya melakukan terapi lilin dengan menggunakan kulit jagung yang dicelupkan dalam lilin lebah. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, lilin yang digunakan untuk terapi adalah lilin khusus yang berlubang dengan panjang 20 sentimeter, jelas Susana Budiman, terapis terapi lilin pada bukunya Terapi Lilin Telinga (Ear Candling).

Pernah merasa kuping kita berdengung? Jika iya, itu merupakan pertanda telinga kita memiliki kotoran (earwax). Kotoran ini berupa cairan atau sekret yang keluar dari kelenjar-kelenjar yang ada di bagian luar telinga kita. Jika dibiarkan, kotoran tersebut akan menumpuk dan mengeras. Sehingga tidak bisa lagi diambil dengan cotton bud atau kapas khusus pembersih telinga yang dapat mengganggu telinga kita sendiri. Oleh sebab itu, kita membutuhkan terapi lilin untuk membantu membersihkan kotoran telinga tersebut.

Proses terapi Ear Candle dimulai dengan meminta pasien untuk memiringkan badannya di atas tempat tidur, lalu lilin terapi akan dimasukan ke dalam lubang telinga kita dan kemudian dinyalakan. Dan biasanya proses ini dilakukan pada telinga yang tidak bermasalah terlebih dahulu. Nyala api yang kecil inilah yang akan membuat proses pengisapan kotoran tertarik secara perlahan ke dasar lilin. Proses tidak lama, hanya 15-30 menit per satu lilin.

Selama poses penghisapan berlangsung, terapis juga akan melakukan pemijatan di daerah belakang telinga yang bertujuan membuat pasien merasa lebih relaks dan memperlancar proses penarikan kotoran. Dan akhirnya, terapis akan menggunting lilin sesuai dengan batas terakhir lilin terbakar. Jika kita membayangkan bahwa sisa bakaran lilin akan masuk ke telinga, sebaiknya buang jauh pikiran itu. Sebab lilin dibuat dari bahan khusus yang telah dilengkapi dengan penyaring yang berfungsi mencegah sisa bakaran lilin masuk ke telinga kita.

Kalau berbicara mengenai intensitas dan jumlah pemakaian lilin terapi yang dibutuhkan, kita harus menyesuaikannya dengan kondisi penyakit dan banyaknya kotoran yang ada di dalam telinga. Kalau hanya bertujuan untuk pemeliharaan saja, kita cukup melakukannya sebanyak 6 kali dengan 2 lilin terapi saja. Sedangkan untuk yang memiliki gangguan parah pada telinga, dianjurkan untuk melakukan terapi Ear Candle ini sebanyak 3 hari sekali selama 3 minggu, tapi dengan catatan melakukan penyembuhan pada infeksi atau peradangannya terlebih dahulu sebelum melakukan terapi ini.

kompas.com

Senin, 15 Februari 2010

Ear Candle Theraphy




Dari dulu udah pengen banget nyoba terapi
ear candle yang satu ini.. katanya sih bisa bikin daerah sekitar THT menjadi bersih dan juga bisa menenangkan pikiran.. Bisa juga buat terapi yang sering sakit migrain atau vertigo.. Logika nya sih, kalau kuping kotor, maka keseimbangan tubuh bisa terganggu, apalagi kalau kupingnya ada jamur, radang atau bisul..
Nyoba ear candle therapy ini di salah satu salon di daerah Tebet, dari survey sih, di sini yang paling murah, sekitar 85K, sementara kalau di tempat lain sekitar 100-200K.. mahal karena lilin yang dipakai memang masih import, lilin khusus seperti sedotan minuman, panjangnya kira-2 20 cm-an.. nah, karena bentuknya kecil, maka dimasukkin ujungnya ke dalam telinga, yang ***jung bagian dalam, ada semacam perekat kalau gue bilang sih seperti kertas lalat yang lengket itu, jadi kalau nanti kotoran kuping udah diangkat, ngga jatuh lagi, melainkan nempel di kertas-nya.
Menurut kompas.com, cara kerjanya gini nii...
" ear candle bekerja layaknya vacuum cleaner yang menyedot kotoran. Lilin yang dibakar akan menghasilkan panas. Tekanan udara di atas menjadi lebih rendah sehingga asap putih hasil bakaran lilin masuk ke dalam tehinga.
Setelah 3/4 lilin terbakar, asap di dalam telinga pun menjadi jenuh. Dengan adanya aliran udara dan tekanan lebih tinggi, asap putih itu akhirnya keluar dari dalam telinga sambil membawa partikel-partikel yang ada di dalam telinga, termasuk wax yang ada di dalam rumah siput."
Kalau gue kan cuma buat ngelegain kuping aja, tapi kalau yang mau serius terapi, katanya sih ada pantangannya ngga bole makan seafood, telor sama susu karena makanan-2 tersebut berpotensi memicu radang/infeksi.Yang bikin gue kaget, hasil kotoran kuping gue ternyata juga "membawa" gumpalan seperti cotton bud!!! buset, padahal sebelum ECT gue sengaja bersihin kuping biar kalo ada kotorannya ngga malu-maluin.. ternyata itu cotton bud ketinggalan di kuping kali yaaa.. hiiiyyyy.



http://trizyalempicka.multiply.com

Minggu, 07 Februari 2010

Manfaat Ear Candle untuk Kesehatan



Siapa bilang lilin hanya bermanfaat sebagai penerang, lilin ternyata juga dapat bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan pendengaran.

Seorang Bapak datang bersama anak lelakinya, yang kira-kira berumur 20-an. Kedunya tampak berdiskusi, melihat-lihat poster yang ditempel di dinding, dan membaca brosur-brosur. Sepertinya sang ayah berusaha menyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Petikan cerita itu terekam saat HT mengunjungi salah satu Ear Candle Center di Jakarta Barat. Apa itu ear candle? Sebuah terapi panas termoterapi yang memiliki masalah dengan kepala khususnya pendengaran.

Ear candle therapy, terutama bertujuan untuk membersihkan telinga dan berusaha menciptakan pendengaran yang sehat, melegakan sinus dan tenggorokan. Terapi ini dapat mengatasi sinusitis, radang selaput lender, migren, beberapa macam gangguan pendengaran, kehilangan keseimbangan, tinnusitis (telinga berdengung), vertigo dan sindrom Meniere.

Berdasarkan literatur, Ear Candle ditemukan oleh suku Indian di Amerika. Mereka memiliki ritual membersihkan telinga, dengan menggunakan alat berongga, yang digunakan relatif sederhana, kini alat tersebut kian disempurnakan.

Menurut Dra. Susana Budiman terapis ear candle kebanyakan klien yang datang ke kliniknya mengeluhkan tentang pendengaran yang buruk, seperti pemuda di atas yang mengalami gangguan pendengaran, yang telah dialami sejak kelas 1 SMA. "Tapi selain itu banyak juga yang mengeluh vertigo, telinga berdengung, atau migren. Kadang malah tidak sengaja, datang ke sini mau membersihkan telinga, vertigonya malah ikutan sembuh," katanya. Hingga saat ini sudah tercatat 2.000 lebih klien datang ke klinik yang belum genap dua tahun berdiri ini.

Apa saja yang dibutuhkan?
Menurut Susana alat-alat yang dibutuhkan untuk ECT antara lain; earwax (sebuah corong berdiameter kurang lebih 1,5 cm, yang terbuat daru sarang lebah, kain linen kualitas tinggi, chamomile, dan sage). Alat lain adalah tatakan lilin yang dilubangi, untuk mencegah serpihan corong yang dibakar masuk ke telinga. Dua alat ini merupakan piranti utama ECT. Alat lain yang dibutuhkan adalah alat untuk meneropong kondisi telinga, yang bermanfaat untuk melihat apakah di dalam telinga ada infeksi/radang, bisul atau jamur.

gsn-soeki.com

Minggu, 03 Januari 2010

Ear Candling



Ear candling, also called ear coning or thermal-auricular therapy, is an alternative medicine practice claimed to improve general health and well-being by lighting one end of a hollow candle and placing the other end in the ear canal. According to medical researchers, it is both dangerous and ineffectiveclaims that the practice removes earwax have been disproved. The claim by one manufacturer that ear candles originated with the hopi tribe has also been disproven
One end of a cylinder or cone of waxed cloth is lit, and the other placed into the subject's ear. Usually the subject is lying on one side with the treated ear uppermost and the candle vertical, and can be stuck through a paper plate or aluminum pie tin to protect against any hot wax or ash falling down the side. The flame is cut back occasionally with scissors and extinguished between two and four inches from the subject. Proponents claim[citation needed] that the flame creates negative pressure, drawing wax and debris out of the ear canal, which appears as a dark residue.
An ear candle session can last from 15 minutes to 45 minutes, during which time a series of one or two ear candles may be burned for each ear.
Linda dahlstrom, health editor for msnbc, underwent the procedure, reporting that the experience (which included a massage) was relaxing, but did not report any other positive effects from her experience. She concluded: "i wouldn’t recommend it for anyone”.
Proponents and sellers of ear candles and ear candling supplies claim that others have had positive experience, however none of them provide any source of credibility for their claims.
In europe, some ear candles bear the ce mark (93/42/eec) though they are mostly self-issued by the manufacturer. This mark indicates that the device is designed and manufactured so as to not compromise the safety of patients, but no independent testing is required as proof.
While ear candles are widely available in the u.s., selling or importing them with medical claims is illegal. This means that one cannot market ear candles as products that "diagnose, cure, treat, or prevent any disease”.
In a report, health canada states "there is no scientific proof to support claims that ear candling provides medical benefits. ... However, there is plenty of proof that ear candling is dangerous." it says that while some people claim to be selling the candles "for entertainment purposes only", the canadian government consider that there is no reasonable non-medical use, and hence any sale of the devices is illegal in canada.


wikipedia

Minggu, 08 November 2009

Cantik dan Sehat dengan Ear Candle Therapy



BANYAK orang menganggap sepele kebersihan telinga. Padahal, organ yang satu ini memiliki peranan yang cukup penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Karena itu, perawatannya tidak boleh asal-asalan. Ear Candle Therapy adalah salah satu jenis perawatan telinga yang patut dicoba. Selain membersihkan rongga telinga dari kotoran, terapi ini juga mampu menyembuhkan berbagai keluhan penyakit. Bahkan stres dan depresi penyebab keriput dan jerawat pun bisa segera teratasi. Tertarik untuk mencoba?

Ear Candle Therapy

Terapi ear candle ini bukanlah hal baru di dunia kesehatan. Sekitar 4.000 tahun lalu suku Indian, penduduk asli Amerika, memanfaatkan ear candle untuk upacara spiritual. Ear Candle yang digunakan saat itu terbuat dari kulit jagung yang dilapisi sarang lebah. Saat ini kain linen digunakan sebagai pengganti kulit jagung.

Selain membersihkan telinga dari segala macam kotoran, terapi ear candle ini efektif untuk mengobati gangguan pendengaran, misalnya migrain, vertigo, sinusitis, insomnia, autisme pada anak, bahkan stres atau depresi. "Pasien yang mengalami depresi biasanya menjadi jauh lebih rileks setelah mengikuti terapi ini," ujar Dra Susana Budiman yang akrab dipanggil Ibu susan ini.

Lilin yang digunakan dalam terapi tentu saja bukan lilin biasa. Lilin khusus yang digunakan disebut dengan ear candle. Bentuknya seperti lilin biasa. Hanya saja bagian tengahnya berlubang seperti sedotan minuman. Lilin tersebut berdiameter 1,5 cm dan panjang kira-kira 20 cm. Ear Candle terbuat dari sarang lebah, kain linen kualitas tinggi, chamomile, dan sage yang bisa membunuh kuman di dalam telinga. Karena menggunakan sarang lebah, warna ear candle bisa berubah sesuai musim, tergantung pada jenis bunga yang madunya dihisap oleh sang lebah

Lain lagi dengan lilin produksi dalam negeri yang kualitasnya kurang baik. "Kalau dibakar bukannya membersihkan telinga malah bikin sampah dalam telinga," ujarnya. Selain kedua jenis tadi, masih ada lagi jenis lilin yang ternyata tidak mampu mengangkat kotoran dalam telinga. "Terbaik adalah ear candle yang berasal dari Amerika Serikat. Kualitasnya bagus dan kandungan sage-nya mengandung antibiotik alami. Karena itu, pasien harus selektif dalam memilih jenis lilin sebelum diterapi," tambahnya sambil menunjukkan lilin tersebut.

Cara Kerja

Dalam terapi, ear candle bekerja seperti vacuum cleaner yang menyedot kotoran dengan menggunakan perbedaan suhu dan tekanan. Lilin yang dibakar akan menghasilkan panas. Tekanan udara di atas menjadi lebih rendah sehingga asap putih hasil bakaran lilin masuk ke dalam telinga. Setelah tiga perempat lilin terbakar, asap di dalam telinga pun menjadi jenuh. Dengan adanya aliran udara dan tekanan lebih dari dalam telinga sambil membawa partikel-partikel yang ada di dalam telinga, termasuk wax atau minyak berlebih yang ada di dalam rumah siput. Minyak inilah yang juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat dan gangguan lain pada wajah.

Untuk membantu proses terapi, kenakan ear plug untuk menjaga agar telinga tidak kemasukan air dan udara. Ear plug ini wajib dipakai saat berenang, mandi, dan berkendara dengan sepeda motor. Pasien juga dianjurkan untuk tidak makan makanan berprotein tinggi yang dapat memicu radang/infeksi seperti seafood (udang, kepiting, ikan asin), telor, dan susu. "Bisa-bisa nanti telinganya jadi budeg lagi," ujarnya.

okezone.com