Tampilkan postingan dengan label ilmu chiropractic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu chiropractic. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 April 2010

Mengenal Chiropractic



Selain chiropractic Barat seperti yang dipraktikkan Tony, ada pula chiropractic Timur (Cina). "Tujuannya sama, cuma cara penanganannya yang agak berbeda. Cara melepas tekanan pada saraf yang berbeda, tidak asal bunyi krek. Kita biasanya melakukan pemijatan ringan lebih dulu untuk melemaskan otot," jelas dr. (TCM) Lee Chen Tung dari Klinik Shanghai, Jakarta.

Menurut Lee, tujuan Health Chiropractic adalah menormalkan dan menyeimbangkan tulang belakang, dengan jalan melepas tekanan pada saraf-saraf di tulang belakang. "Kami percaya, semua penyakit berhubungan dengan saraf di tulang belakang," jelas Lee yang mulai memperkenalkan chiropractic di Indonesia sejak 1999.

Hampir seluruh saraf berada di tulang belakang dan sekitar 70-80% penyakit atau keluhan umumnya berasal dari masalah di tulang belakang. "Semua organ tubuh memiliki pengontrolan di saraf-saraf yang berada di tulang punggung. Kalau ada saraf yang tertekan, area di sekitarnya pasti ada yang tegang," lanjutnya. Contohnya, orang yang sering membungkuk, pasti punya masalah di pinggang. Ia juga pasti akan punya masalah di punggung, atau sesak di dada, karena ototnya terus-menerus tertarik. Kemiringan ruas tulang punggung tersebut bisa mengakibatkan kekacauan fungsi sistem saraf dan membuat organ dalam tubuh jadi tak sehat.

Penyakit atau gangguan yang bisa diatasi dengan chiropractic Timur kebanyakan yang berhubungan dengan saraf, dari mulai sakit kepala, migrain, sakit pinggang, mag, asma, gagap, sakit pinggang, saraf kejepit, sampai nyeri haid. "Nyeri haid terjadi karena sirkulasi darah yang terganggu akibat saraf terganggu. Kita perbaiki saraf yang berhubungan dengan daerah sekitar perut untuk melepas tekanan," terang Lee.

Pengobatan atau terapi Health Chiropractic yang dilakukan tergantung keluhan. "Kalau sakit kepala penanganannya bisa cepat, tidak sakit dan sangat efektif," jelas Lee. Yang pertama dilakukan adalah melihat gerakan pasien, disesuaikan dengan keluhan yang ia sampaikan. "Dari gerakan akan terlihat, daerah mana yang terganggu. Dari sana kita cari hubungannya. Misalnya, sakit pinggang. Setelah melihat gerakan pasien, kita bisa perkirakan masalahnya ada di tulang yang mana. Kalau perlu, kita perkuat dengan foto rontgen agar lebih pasti."

Setelah gangguan ditemukan, terapi pun dilakukan. Sama seperti chiropraktic Barat, terapi dengan chiroprakticTimur juga tidak asal berbunyi krek. "Kita buat pasien relaks dulu dengan pijatan untuk melemaskan saraf-saraf. Tujuannya supaya tidak menyisakan kerusakan/cedera di otot," jelas Lee yang memadukan chiropractic di Klinik Shanghai dengan ilmu pengobatan Cina, yaitu terapi sinar dan akupunktur. "Untuk perawatan lanjutan di rumah, bisa dilakuan dengan berenang dan senam dengan gerakan tertentu."

Sama seperti Tony, Lee juga menekankan perlunya chiropractic bagi orang yang sehat. "Untuk menyeimbangkan organ-organ agar bisa bekerja dengan baik. Manusia kan, bukan robot. Selama kita beraktivitas, pasti ada pergeseran tulang dan susunan saraf di tulang belakang." Jika terakumulasi, maka keluhan pun akan muncul.

Yang jelas, lanjutnya, chiropractic tidak berefek samping. "Chiropractic aman, kok. Chiropractic juga tidak membuat kondisi makin memberat." Hanya saja, berbeda dengan Tony, Lee tidak menganjurkan penderita osteoporosis untuk melakukan pengobatan dengan chiropractic. "Juga penderita penyakit kulit, ibu-ibu hamil, dan terutama penderita kanker tulang. Anak-anak di bawah enam tahun juga tidak boleh."

tabloidnova.com

Selasa, 02 Maret 2010

Atasi Rematik dengan Pemijatan Chiropractic



HAMPIR semua orang pernah merasakan pegal. Nyeri pada tulang dan sendi,disebut rematik. Beragam terapi pengobatan mengatasinya, termasuk terapi pemijatan.

Indikasi dari penyakit rematik biasanya adalah nyeri pada tulang. Jika penyakit ini disepelekan, akan menimbulkan akibat yang bermacam-macam.

Dokter dari bagian bedah ortopedi Rumah Sakit Internasional Bintaro (RSIB), dr Sapto Adji H SpOT, mengatakan, rematik merupakan penyakit peradangan pada sendi.

"Yang banyak orang awam ketahui mengenai rematik bahwa penyakit rematik ini adalah pengapuran," ungkapnya.

Sapto mengatakan, penyakit rematik sebenarnya mempunyai banyak jenis. Setiap jenis rematik memiliki cara penyembuhannya masing-masing.

"Rematik banyak jenisnya. Dan rematik itu sifatnya peradangan yang menyebabkan bengkak dan nyeri, obatnya pun bermacam-macam," tuturnya.

Dari berbagai alternatif pengobatan rematik, kini ada teknik penyembuhan baru melalui terapi pemijatan. Kini, teknik pemijatan yang sejenis dengan Health Chiropractic tersebut sudah dikembangkan.

"Keistimewaan dari Tung Mei ini adalah kami mendatangkan yi shengatau sebutan untuk ahli pengobatan tradisional di negara China yang berpengalaman. Langsung dari negeri China," tutur Direktur Tung Mei Body Repair Massage Nelly Suhirman SE. Adapun klinik ini berlokasi di Jalan Barito II Nomor 7, Jakarta Selatan.

Teknik pemijatan yang dihadirkan di tempat ini merupakan teknik pemijatan terapi jasmani perpaduan gerakan pijat spesifik, tuina (massage), dan sejenis gerakan pijat chiropractic yang dapat memperbaiki masalah tulang dan saraf.

"Terapi ini adalah khusus untuk terapi pada seseorang yang mengalami masalah pada tulang dan saraf," kata Nelly.

Permasalahan tulang bisa meliputi scoliosis atau tulang belakang tidak lurus, rasa sakit, nyeri, kaku,dan tegang di tulang belakang, leher, pinggang, bahu, pinggul, masalah kesemutan di tangan dan kaki, rematik, dan pengapuran, serta meningkatkan kesehatan dari penderita bantalan tulang belakang yang bergeser.

Nelly mengatakan, gerakan pijat Health Chiropractic merupakan terapi tubuh dengan teknik menarik, menekuk, atau meregangkan badan pasien. "Gerakan-gerakan pijat ini bertujuan untuk mengaktifkan atau melancarkan sirkulasi darah, reposisi tulang pada semestinya, melemaskan kembali atau merilekskan otot dan urat," ungkapnya.

Menurut seorang ahli pijat dari China yang praktik di Tung Mei Body Repair Massage, Yi Sheng Zao, untuk beberapa kasus dapat disembuhkan cukup dengan beberapa kali pemijatan.

Salah satu pasien yang pernah melakukan terapi pemijatan adalah Pargiastuti. Dia mengaku mengalami perubahan lebih baik.

Awalnya, dia mempunyai rematik yang cukup parah dengan pembengkakan pada dengkul hingga harus sedot cairan rematik. "Saya melakukan terapi ini sudah 3 kali. Sekarang saya sudah bisa berjalan," tutur Tuti, nama sapaannya.

lifestyle.okezone.com