Tampilkan postingan dengan label ahli akupunktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahli akupunktur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2010

Akupunktur Kurangi Nyeri Haid



Kita tahu bahwa periode menstruasi sering kali dibarengi berbagai keluhan, terutama nyeri haid. Menurut sebuah kajian terhadap 27 studi, para peneliti dari Korea Selatan menyatakan bahwa akupunktur cukup efektif mengatasi keluhan nyeri haid.

Dalam British Journal of Obstetrics and Gynaecology, para peneliti itu mencatat terdapat bukti yang cukup meyakinkan bahwa akupunktur efektif untuk mengatasi kram perut akibat gejala pra-menstruasi. Selain lebih efektif, akupunktur juga dinilai memiliki efek samping lebih kecil dibanding obat-obatan. Sekarang banyak tempat Kursus Akupunktur yang menyediakan terapi bagi pasien yang mengalami masalah dengan menstruasi.

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala, baik fisik maupun emosional, yang dialami oleh perempuan menjelang menstruasi. Gejala yang umum dialami adalah nyeri sendi atau otot, kram di bagian perut, pusing, kelelahan, hingga lebih sensitif atau mudah marah.

Pada umumnya, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit, meski sejumlah studi menunjukkan adanya efek samping jangka panjang pada penggunaan obat-obatan tersebut.

Dalam riset yang dilakukan para ahli dari Korea Selatan ini, 27 studi dikaji dengan melibatkan 3.000 wanita. Para wanita ini melakukan metode alternatif untuk mengurangi gejala PMS, termasuk akupunktur dan Kursus Akupunktur.

Metode akupunktur pada dasarnya bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan yin dan yang. Secara teknis, terapis akan menusukkan jarum ke titik-titik tersebut di tubuh yang termasuk dalam "garis energi".

Menurut analisis tim peneliti dari Kyung Hee Medical Centre, pasien yang menderita nyeri haid mengaku keluhan sakit mereka jauh berkurang setelah melakukan akupunktur dibanding mengonsumsi obat-obatan farmasi.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa terdapat kekurangan dalam metodologi penelitian ini sehingga tidak bisa dijadikan bukti ilmiah. Namun secara umum, mereka menilai ada bukti yang menjanjikan dari metode akupunktur.

news.yahoo.com

Kamis, 21 Januari 2010

Akupuntur, Alternatif Mengatasi Ketergantungan Narkoba



Masalah narkoba, sampai kapan pun, mungkin tak akan selesai. Tetapi, untuk mencegah semakin meluasnya penyalahgunaan narkoba, upaya penanggulangannya tetap harus digiatkan. Dan satu cara lagi disodorkan untuk menanggulangi ketergantungan pada narkoba. Cara itu adalah akupuntur.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Akupunturis Seluruh Indonesia (DPP PAKSI) DR Tomi Hardjatno MS, pada Seminar Advance Course, Penanggulangan Ketergantungan Narkoba dengan Akupuntur, di Jakarta, teknik akupuntur sebenarnya dapat mengatasi ketergantungan narkoba. Teknik yang digunakan adalah akupuntur tubuh dan akupuntur telinga (kursus akupunktur).

Akupuntur tubuh, sudah lama dikembangkan. Titik-titiknya pada pergelangan tangan dan kaki. Sedangkan pada teknik akupuntur telinga, disekitar titik telinga. Antara lain titik untuk penenang yakni paru-paru, jantung, dan daerah spesifik narkoba,? jelas Tomi kepada pdpersi.co.id di sela-sela seminar.

Para penderita narkoba, ungkap Tomi, akan merasa tidak nyaman karena berhenti mengkonsumsi narkoba. Dan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tadi dan menghentikan ketergantungannya (Withdrawal Effect), dapat menggunakan titik-titik akupuntur tadi.

Selanjutnya adalah fase detoksifikasi. Tomi menuturkan, pada fase ini pengaruh narkoba dinetralisir, dengan menggunakan titik akupuntur yang dapat membantu mengeluarkan zat-zat adiktif tadi. Prinsipnya sama, yaitu mengeluarkan gejala-gejala akibat ketergantungannya.

Pada efek withdrawal, akupuntur dapat menghilangkan keringat di dalam tubuh, susah tidur dan memberikan rasa nyaman. Penderita tidak perlu kesakitan dan cemas saat berhenti obatnya,? ujar Tomi.

Penderita ketergantungan narkoba yang baru pada taraf ringan, dapat disebuhkan sepenuhnya dengan teknik akupuntur. Tetapi, lanjut Tomi, jika penderita sudah sampai ke taraf yang ketergantungan berat, mengatasinya tidak hanya dengan akupuntur. Melainkan harus pula dengan bantuan bidang lain, seperti psikologi dan terapi.

Dengan teknik akupuntur (kursus akupunktur), bagi penderita narkoba berat dapat mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Namun, semuanya kembali pada si manusianya. Meskipun sudah dibantu dengan teknik akupuntur, menurut Tomi, lingkungan, keluarga, dan keinginan si penderita turut berperan pula. Jika semua faktor itu mendukung, penderita dapat cepat sembuh.

Saya tidak dapat menyebutkan secara statistik berapa penderita yang sembuh, tapi dari praktek yang saya alami, tingkat kesembuhan penderita narkoba dengan teknik akupuntur sangat tinggi,? paparnya.

Sudah sepantasnyalah, jika semua pihak turut membantu upaya penanggulangan ketergantungan narkoba. Masalah ini memang sudah menjadi masalah nasional.

pdpersi.co.id

Senin, 02 November 2009

Akupuntur Dapat Kurangi Nyeri Saat Bersalin



Akupuntur ternyata sangat berguna untuk mengurangi nyeri pada persalinan. "Nyeri berkurang karena timbul endorfin kalau di tusuk, itu yang kita lakukan melalui akupuntur. Teknik ini biasa kita sebut akupuntur analgesik," kata dr. Shinta Sukandar, Spesialis Akupuntur Klinik,pada seminar sehari yang bertajuk Persalinan Tanpa Nyeri Persalinan Nyaman, di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta, Sabtu (1/8).

Untuk mengurangi nyeri persalinan, tindakan akupuntur (Kursus Akupunktur) biasanya mulai diberikan pada akhir tri semester ketiga, dengan tujuan membantu persiapan tubuh ibu hamil dalam persalinan, dengan penekanan memperisiapkan serviks dan tulang panggul guna proses persalinan. Hal itu memperpendek persalinan. Selain mengurangi rasa nyeri pada persalinan, (kursus akupunktur) akupuntur ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pasca caesar.

Bagian tubuh yang ditusuk dengan jarum akupuntur adalah perut, bokong, tangan dan kaki. Jarum ditusukan dengan kemiringan 45 derajat dan ditempelkan pada kulit, sehingga tidak mengganggu proses persalinan (kursus akupunktur). Setelah itu jarum dapat dirangsang secara manual ataupun menggunakan listrik dengan daya yang kecil.

Meski demikian, kata Shinta, untuk melakukan akupuntur persalinan pasien harus memenuhi persyaratan, antara lain tekanan darah harus dalam keadaan normal (kursus akupunktur). Selain itu, persalinan diduga normal, pasien dalam keadaan inpratu, pembukaan serviks 4 cm atau lebih. "Syarat lain adalah, pasien tidak mempunyai alergi pada logam. Dan bila pada pertengahan terjadi kelainan, maka akupuntur harus dihentikan dan dilakukan tindakan lain" kata dia.

Shinta juga mengingatkan, akupuntur ini hanya dapat mengurangi bukan menghilangkan rasa nyeri. "Akupuntur mengurangi rasa sakit sebesar 78 persen. Akupuntur juga bukan anastesi tapi analtesi," kata dia.

Namun sayangnya, kata Shinta, teknik akupuntur persalinan ini, belum diterapkan di Indonesia (kursus akupunktur). "Masih dalam taraf penelitian, padahal di negara-negara lain teknik ini sudah lama diterapkan," tukasnya.

kesehatan.kompas.com