Senin, 02 November 2009

Akupuntur Dapat Kurangi Nyeri Saat Bersalin



Akupuntur ternyata sangat berguna untuk mengurangi nyeri pada persalinan. "Nyeri berkurang karena timbul endorfin kalau di tusuk, itu yang kita lakukan melalui akupuntur. Teknik ini biasa kita sebut akupuntur analgesik," kata dr. Shinta Sukandar, Spesialis Akupuntur Klinik,pada seminar sehari yang bertajuk Persalinan Tanpa Nyeri Persalinan Nyaman, di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta, Sabtu (1/8).

Untuk mengurangi nyeri persalinan, tindakan akupuntur (Kursus Akupunktur) biasanya mulai diberikan pada akhir tri semester ketiga, dengan tujuan membantu persiapan tubuh ibu hamil dalam persalinan, dengan penekanan memperisiapkan serviks dan tulang panggul guna proses persalinan. Hal itu memperpendek persalinan. Selain mengurangi rasa nyeri pada persalinan, (kursus akupunktur) akupuntur ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pasca caesar.

Bagian tubuh yang ditusuk dengan jarum akupuntur adalah perut, bokong, tangan dan kaki. Jarum ditusukan dengan kemiringan 45 derajat dan ditempelkan pada kulit, sehingga tidak mengganggu proses persalinan (kursus akupunktur). Setelah itu jarum dapat dirangsang secara manual ataupun menggunakan listrik dengan daya yang kecil.

Meski demikian, kata Shinta, untuk melakukan akupuntur persalinan pasien harus memenuhi persyaratan, antara lain tekanan darah harus dalam keadaan normal (kursus akupunktur). Selain itu, persalinan diduga normal, pasien dalam keadaan inpratu, pembukaan serviks 4 cm atau lebih. "Syarat lain adalah, pasien tidak mempunyai alergi pada logam. Dan bila pada pertengahan terjadi kelainan, maka akupuntur harus dihentikan dan dilakukan tindakan lain" kata dia.

Shinta juga mengingatkan, akupuntur ini hanya dapat mengurangi bukan menghilangkan rasa nyeri. "Akupuntur mengurangi rasa sakit sebesar 78 persen. Akupuntur juga bukan anastesi tapi analtesi," kata dia.

Namun sayangnya, kata Shinta, teknik akupuntur persalinan ini, belum diterapkan di Indonesia (kursus akupunktur). "Masih dalam taraf penelitian, padahal di negara-negara lain teknik ini sudah lama diterapkan," tukasnya.

kesehatan.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar