Tampilkan postingan dengan label tempat akupunktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tempat akupunktur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 April 2010

Akupunktur Telinga untuk Penurunan Berat Badan



Akupunktur telah dikenal sejak sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Beberapa terapi pengobatan dapat dilakukan melalui pengobatan tradisional Cina ini. Salah satunya yang sering diterapkan adalah penurunan berat badan pada penderita obesitas. Penggunaan akupunktur sebagai salah satu alternatif untuk membantu pengurangan berat badan telah terbukti efektif dan tanpa efek samping. Perkembangan akupunktur juga terjadi di Indonesia, terbukti dengan banyak tempat Kursus Akupunktur yang menyediakan sarana belajar pengobatan tradisional ala China ini.

Para dokter ahli akupuntur yang telah melakukan riset menyimpulkan akupuntur telinga memberikan efek yang baik sebagai upaya untuk penurunan berat badan. Seorang ahli akupunktur sekaligus seorang dokter dalam sebuah tulisannya menyatakan dari sekian banyak titik akupuntur telinga yang digunakan titik lapar (T18) adalah yang paling efektif. Jenis jarum telinga (press needle) direkat dengan plaster. Penderita diminta memegang jarum selama dua sampai tiga menit pada saat lapar. Pemegangan jarum dilakukan setengah jam sebelum makan sebanyak tiga kali sehari.

Follow-up dilakukan satu minggu sekali untuk evaluasi respon subyektif yaitu pengurangan rasa lapar dan respon obyektif dari penurunan berat badan. Reaksi yang timbul akibat rangsangan pada daerah ini adalah lebih tahan lapar. Penekanan jarum telinga merangsang ramus auricularis nervus vagus. Melalui nervus vagus disalurkan ke cabang-cabang yang mempengaruhi system gastrointestinal atau sistem pencernaan bagian atas (Kursus Akupunktur).

Kontraksi otot ditekan sehingga keadan lambung menjadi tenang sehingga rasa lapar berkurang. Penelitian pada 802 kasus obesitas yang ditangani dengan akupuntur, 594 kasus memberikan hasil adanya penurunan berat badan. Keberhasilan terapi dicapai setelah delapan minggu ditandai dengan adanya penurunan berat sebanyak tujuh hingga sepuluh kilogram.

health.detik.com

Minggu, 11 April 2010

Sekilas Akupunktur



Akupuntur (Bahasa Inggris: Acupuncture; Bahasa Latin: acus, "jarum" (k benda), dan pungere, "tusuk" (k kerja)) atau dalam Bahasa Mandarin standard, zhēn jiǔ (針灸 arti harfiah: jarum - moxibustion) adalah teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam "titik akupunktur" tubuh. Menurut ajaran ilmu akupunktur, ini akan memulihkan kesehatan dan kebugaran, dan khususnya sangat baik untuk mengobati rasa sakit. Definisi serta karakterisasi titik-titik ini di-standardisasi-kan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) [1]. Akupunktur berasal dari Tiongkok dan pada umumnya dikaitkan dengan Obat-obatan Tradisional Tiongkok. Bermacam-macam jenis akupuntur (Jepang, Korea, dan Tiongkok klasik) dipraktekkan dan diajarkan di seluruh dunia (Kursus Akupunktur).
Teori Akupuntur
Teori akupuntur yang berasal dari Pengobatan/Obat-obatan tradisional Tiongkok tidak melalui penggunaan metode ilmiah, dan mendapat berbagai kritik berdasarkan pemikiran ilmiah. Tidak ada basis anatomis atau histologis yang secara fisik bisa diverifikasi tentang keberadaan titik akupunktur atau meridian (akupunktur).

Manfaat Akupuntur
Apakah akupuntur benar-benar mujarab atau sekedar placebo, hal ini masih menjadi bahan riset ilmiah. Ditinjau dari percobaan-percobaan klinis yang ada menurut protokol obat-obatan berdasarkan bukti; beberapa ilmuwan telah menemukan kemanjurannya untuk sakit kepala, sakit punggung bagian bawah dan nausea, tapi kebanyakan kondisi diakhiri dengan tidak cukupnya bukti yang memastikan apakah akupunktur benar-benar efektif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat untuk Obat-obatan Alternatif dan Komplementer Nasional (NCCAM) yang berada di bawah naungan Institut Kesehatan Nasional (NIH), Asosiasi Medis Amerika (AMA) dan beberapa laporan resmi juga telah mempelajari serta memberi komentar tentang kemanjuran akupunktur. Terdapat persetujuan umum bahwa akupunktur adalah aman apabila dilakukan oleh praktisi (Kursus Akupunktur) yang terlatih, dan bahwa penelitian lebih jauh tentang akupunktur diperlukan. Dari beberapa kesaksian Praktisi Akupuntur banyak membantu dalam menuntaskan persoalan kesehatan secara phisik

wikipedia.org

Kamis, 21 Januari 2010

Akupuntur, Alternatif Mengatasi Ketergantungan Narkoba



Masalah narkoba, sampai kapan pun, mungkin tak akan selesai. Tetapi, untuk mencegah semakin meluasnya penyalahgunaan narkoba, upaya penanggulangannya tetap harus digiatkan. Dan satu cara lagi disodorkan untuk menanggulangi ketergantungan pada narkoba. Cara itu adalah akupuntur.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Akupunturis Seluruh Indonesia (DPP PAKSI) DR Tomi Hardjatno MS, pada Seminar Advance Course, Penanggulangan Ketergantungan Narkoba dengan Akupuntur, di Jakarta, teknik akupuntur sebenarnya dapat mengatasi ketergantungan narkoba. Teknik yang digunakan adalah akupuntur tubuh dan akupuntur telinga (kursus akupunktur).

Akupuntur tubuh, sudah lama dikembangkan. Titik-titiknya pada pergelangan tangan dan kaki. Sedangkan pada teknik akupuntur telinga, disekitar titik telinga. Antara lain titik untuk penenang yakni paru-paru, jantung, dan daerah spesifik narkoba,? jelas Tomi kepada pdpersi.co.id di sela-sela seminar.

Para penderita narkoba, ungkap Tomi, akan merasa tidak nyaman karena berhenti mengkonsumsi narkoba. Dan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tadi dan menghentikan ketergantungannya (Withdrawal Effect), dapat menggunakan titik-titik akupuntur tadi.

Selanjutnya adalah fase detoksifikasi. Tomi menuturkan, pada fase ini pengaruh narkoba dinetralisir, dengan menggunakan titik akupuntur yang dapat membantu mengeluarkan zat-zat adiktif tadi. Prinsipnya sama, yaitu mengeluarkan gejala-gejala akibat ketergantungannya.

Pada efek withdrawal, akupuntur dapat menghilangkan keringat di dalam tubuh, susah tidur dan memberikan rasa nyaman. Penderita tidak perlu kesakitan dan cemas saat berhenti obatnya,? ujar Tomi.

Penderita ketergantungan narkoba yang baru pada taraf ringan, dapat disebuhkan sepenuhnya dengan teknik akupuntur. Tetapi, lanjut Tomi, jika penderita sudah sampai ke taraf yang ketergantungan berat, mengatasinya tidak hanya dengan akupuntur. Melainkan harus pula dengan bantuan bidang lain, seperti psikologi dan terapi.

Dengan teknik akupuntur (kursus akupunktur), bagi penderita narkoba berat dapat mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Namun, semuanya kembali pada si manusianya. Meskipun sudah dibantu dengan teknik akupuntur, menurut Tomi, lingkungan, keluarga, dan keinginan si penderita turut berperan pula. Jika semua faktor itu mendukung, penderita dapat cepat sembuh.

Saya tidak dapat menyebutkan secara statistik berapa penderita yang sembuh, tapi dari praktek yang saya alami, tingkat kesembuhan penderita narkoba dengan teknik akupuntur sangat tinggi,? paparnya.

Sudah sepantasnyalah, jika semua pihak turut membantu upaya penanggulangan ketergantungan narkoba. Masalah ini memang sudah menjadi masalah nasional.

pdpersi.co.id

Senin, 02 November 2009

Akupuntur Dapat Kurangi Nyeri Saat Bersalin



Akupuntur ternyata sangat berguna untuk mengurangi nyeri pada persalinan. "Nyeri berkurang karena timbul endorfin kalau di tusuk, itu yang kita lakukan melalui akupuntur. Teknik ini biasa kita sebut akupuntur analgesik," kata dr. Shinta Sukandar, Spesialis Akupuntur Klinik,pada seminar sehari yang bertajuk Persalinan Tanpa Nyeri Persalinan Nyaman, di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta, Sabtu (1/8).

Untuk mengurangi nyeri persalinan, tindakan akupuntur (Kursus Akupunktur) biasanya mulai diberikan pada akhir tri semester ketiga, dengan tujuan membantu persiapan tubuh ibu hamil dalam persalinan, dengan penekanan memperisiapkan serviks dan tulang panggul guna proses persalinan. Hal itu memperpendek persalinan. Selain mengurangi rasa nyeri pada persalinan, (kursus akupunktur) akupuntur ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pasca caesar.

Bagian tubuh yang ditusuk dengan jarum akupuntur adalah perut, bokong, tangan dan kaki. Jarum ditusukan dengan kemiringan 45 derajat dan ditempelkan pada kulit, sehingga tidak mengganggu proses persalinan (kursus akupunktur). Setelah itu jarum dapat dirangsang secara manual ataupun menggunakan listrik dengan daya yang kecil.

Meski demikian, kata Shinta, untuk melakukan akupuntur persalinan pasien harus memenuhi persyaratan, antara lain tekanan darah harus dalam keadaan normal (kursus akupunktur). Selain itu, persalinan diduga normal, pasien dalam keadaan inpratu, pembukaan serviks 4 cm atau lebih. "Syarat lain adalah, pasien tidak mempunyai alergi pada logam. Dan bila pada pertengahan terjadi kelainan, maka akupuntur harus dihentikan dan dilakukan tindakan lain" kata dia.

Shinta juga mengingatkan, akupuntur ini hanya dapat mengurangi bukan menghilangkan rasa nyeri. "Akupuntur mengurangi rasa sakit sebesar 78 persen. Akupuntur juga bukan anastesi tapi analtesi," kata dia.

Namun sayangnya, kata Shinta, teknik akupuntur persalinan ini, belum diterapkan di Indonesia (kursus akupunktur). "Masih dalam taraf penelitian, padahal di negara-negara lain teknik ini sudah lama diterapkan," tukasnya.

kesehatan.kompas.com